Translate This Blog - 翻译此博客

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, April 11, 2012

Makanan ramah lingkungan

1.Membeli makanan lokal
Makanan lokal tidak memerlukan pengiriman jarak jauh dengan menggunakan truk dan kapal laut yang membutuhkan banyak penggunaan bahan bakar. Dengan begitu, makanan ini tidak menambah polusi serta emisi gas rumah kaca. Bandingkan saja kalau kita makan steak yang dagingnya lokal (dikirim dari peternakan sapi lokal) dengan daging yang diimpor dari US. Dengan perbedaan jarak yang sebegitu jauhnya, tentu penggunaan energi serta polusi yang dihasilkan saat pengiriman pun akan jauh berbeda. Menurut treehugger.com polusi yang dihasilkan oleh 15 kapal angkut terbesar sama dengan polusi yang dihasilkan 760 juta mobil. Hal ini disebabkan oleh kandungan sulfur yang tinggi terkandung dalam bahan bakar kapal.

2.Belilah makanan-makanan segar yang memang sedang ‘musim’ nya
Makanan segar yang memang sedang ‘musim’ nya tidak perlu disimpan pada cold storage selama berbulan-bulan atau dikirim dari belahan dunia lain yang memang sedang musimnya. Dengan begitu, banyak energi listrik dan bahan bakar yang dihemat. Banyak koki-koki top yang bersedia mengubah menu mereka sesuai musimnya agar mereka mendapatkan kualitas bahan makanan terbaik setiap tahunnya.

3.Belilah makanan yang eco-friendly
Makanan yang eco-friendly seperti makanan organik tidak menggunakan banyak pestisida dan herbisida untuk membuatnya bebas dari hama dan rumput liar. Selain itu, makanan ini pun tidak membutuhkan pupuk yang dibuat dari bahan petrokimia. Dengan begitu, mereka mengurangi jumlah penggunaan bahan kimia yang menyerap pada tanah. Lalu bagaimana membedakan yang organik dan yang bukan? di beberapa supermarket, biasanya makanan organik tersebut diberikan tanda khusus

4.Pilihlah makanan yang tidak terlalu banyak menggunakan kemasan
Makanan segar sebenarnya tidak perlu dibungkus satu persatu menggunakan plastik dan styrofoam. Hal tersebut hanya akan menambah volume sampah yang sudah menumpuk di rumah. Cara termudah untuk mengurangi sampah di rumahmu adalah dengan menghindari membawa sampah tersebut ke rumahmu. Kita dapat membiasakan membawa reusable bag dan membeli buah-buahan di pasar (karena biasanya buah2 di pasar tidak pernah dibungkus satu per satu). Kalaupun membeli di supermarket, kita dapat meminta pelayan untuk memasukkan buah langsung ke dalam tas yang kita bawa.

5.Sering-seringlah memasak dengan menggunakan bahan mentah
Ini terkait dengan poin sebelumnya tentang mengurangi penggunaan kemasan. Kalau di Australia, mereka dapat memilih membeli selusin snack pasta ukuran kecil yang masing2 dibungkus dengan tube plastik atau satu bungkus pasta ukuran besar. Cara kedua memiliki jumlah makanan yang sama dengan yang pertama, tapi dengan jumlah sampah yang lebih sedikit. Bahan mentah juga biasanya di jual tanpa kemasan, sehingga tidak menghasilkan sampah yang berlebih. Kalau disini, kita dapat memilih bahan mentah yang segar dan bukan makanan kalengan. Misalnya : belilah jagung segar, bukan jagung kalengan yang telah dipotong-potong.

6.Pilihlah makanan yang tidak terlalu banyak komposisi bahan-bahannya
Perlu diingat bahwa pemrosesan makanan, ada penggunaan energi dalam dua cara yaitu (1) saat memotong, mencampur dan memasak bahan-bahan tersebut dan (2) saat mengirim bahan-bahan tersebut. Produk dengan bahan-bahan yang lebih sedikit tentu membutuhkan energi (listrik, gas, minyak) yang lebih sedikit.

2 comments:

  1. berarti selain baik untuk lingkungan akan baik juga untuk kesehatan

    ReplyDelete
  2. Selain menjaga kesehatan, juga merawat lingkungan :) Konsep yang harus dipraktekkan semua orang.

    ReplyDelete

Terima Kasih atas Komentar anda..

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...