REGINA PATRICIA

REGINA PATRICIA THEYSER.

ANTHONNY WILLIAM

ANTHONNY WILLIAM THEYSER

GINA DAN AMA

GINA DAN AMA.

SENAM SEHAT - SEHAT JASMANI

AJAK ANAK-ANAK KITA UNTUK BEROLAHRAGA DAN POLA HIDUP SEHAT.

SEHAT JASMANI DAN ROHANI

SEHAT JASMANI DAN ROHANI - MEMBENTUK GENERASI MUDA YANG MAMPU BERKOMPETISI.

Monday, June 28, 2010

Pilih Membuat atau Membeli



Pertanyaan klasik di setiap perusahaan ma­nu­faktur ini kembali menghangat seiring de­ngan permintaan pasar yang mulai membaik bersamaan dengan kendala modal usaha yang terbatas karena restrukturisasi perusaahan. Un­tuk membuat keputusan yang tepat, eksekutif bisnis harus mengandalkan strategi jangka pan­jang dan mengadopsi taktik yang benar guna mencapai keunggulan dalam kompetisi usaha.

Banyak orang memilih untuk "membeli" untuk mengurangi kebutuhan modal, meningkatkan fleksibilitas dan imbal balik investasi. Namun, kondisi persaingan pasar yang ketat kadang mengharuskan pengusaha untuk "membuat" untuk menjaga kualitas, mengurangi risiko suplai, menjaga rahasia perusahaan dan konsiderasi usaha lainnya.

Mengingat pentingnya keputusan ini, A.T. Kearney telah mengembangkan metode lengkap untuk membantu klien-kliennya menjawab pertanyaan utama ini melalui pengkajian ulang strategi manufaktur dan penetapan taktik implementasi yang tepat.

Kami menyarankan untuk memulai proses ini dengan mengkaji nilai strategi dan performa dari setiap pabrik, teknologi, dan gabungan pabrik-teknologi (Logical Manufacturing Unit - LMU) (lihat gambar).

Kami memetakan pabrik, teknologi dan LMU menjadi empat kate­gori operasi yang me­re­presentasikan ting­kat kepentingan me­reka di dalam jaring­an usaha. Analisis ini digunakan untuk peng­­ambilan keputus­an "membeli" atau "membuat".

Core: kegiatan operasi yang mempunyai nilai strategi dan performa tinggi. Berfungsi sebagai penopang pertumbuhan bisnis, mereka harus mampu memberikan performa yang tinggi.

Supporting: pelengkap kegiatan operasi utama, memiliki nilai strategi atau performa sedikit di bawah Core. Sesuai dengan keadaan ekonomi makro yang berubah-ubah, kegiatan operasi ini berpotensi untuk menjadi Core atau Secondary di masa depan.

Secondary: mempunyai nilai strategi atau performa rendah. Andil mereka di jaringan bisnis dipertanyakan, selain jika terjadi peningkatan performa atau perubahan strategi.

Marginal: mempunyai nilai strategi dan performa rendah serta tidak mempunyai kesuaian dalam jaringan bisnis. Kegiatan operasi ini sebaiknya dirasionalisasi secepatnya agar tidak menyia-nyiakan sumber daya perusahaan.

Metode manufaktur dapat diterapkan di semua pabrik, teknologi dan LMU di berbagai daerah, dan sebaiknya dikaji ulang seiring dengan perkembangan kondisi bisnis.

Panduan 'membeli' atau 'membuat'

Analisis kecocokan antara produk dan strategi manufaktur adalah langkah pertama dari enam tahap analisis untuk membuat keputusan yang konsisten, terstruktur, dan netral dalam menjawab pertanyaan di atas.

Manufacturing strategy compatibility: kesalahan umum yang sering terjadi berasal dari kecenderungan untuk membuat karena me­miliki kapasitas. Namun demikian, perusahaan yang sukses menganalisis konsistensi pembuatan produk dengan strategi manufaktur mereka yang terbaru. Jika tidak mempunyai kecocokan, produk tersebut menjadi kandidat produk yang dibeli dari supplier.

Total delivered cost: membandingkan biaya antara membuat sendiri atau membeli dari luar. Produk yang tidak dapat dibuat dengan biaya yang bersaing bisa menjadi indikasi strategi manufaktur yang tidak efisien.

Capacity: membandingkan kapasitas yang diperlukan untuk membuat produk dengan kapasitas internal yang tersedia.

Intellectual property exposure risk: rahasia perusahaan harus dijamin jika produk di­buat melalui perusahaan eksternal. Perubahan re­gu­lasi dan pelaksanaannya juga berpotensi un­­tuk memengaruhi strategi manufaktur per­usahaan.

Business case development: produk baru mungkin memerlukan biaya investasi untuk dibuat sendiri ataupun biaya eksternal jika di­buat oleh perusahaan luar. Apa pun keputus­an­nya, sebuah perusahaan harus menganalisis un­tung rugi dan risiko dari produk baru tersebut.

Contract manufacturer availability: meskipun analisis dari lima kategori di atas condong ke arah "membeli", sangat penting bagi sebuah usaha untuk melihat ketersediaan pihak ketiga yang mempunyai kapabilitas, biaya, servis, kualitas, dll, yang sesuai dengan keperluan.

Analisis di atas membantu kita untuk membuat alur keputusan yang menjadi dasar rekomendasi "membeli" atau "membuat".

Menjamin kesuksesan

Perusahaan yang memimpin di bidangnya biasanya mengikuti proses pengambilan keputusan yang dapat dijalankan dengan baik dan konsisten sebagai berikut:

• Tugas dan tanggung jawab yang jelas: institusi dan individu yang berkepentingan harus diidentifikasi, tugas dan tanggung jawab mereka dalam pengambilan keputusan harus jelas serta konsisten. Metode RACI (responsible, accountable, consulted, informed) dapat memperjelas level keterkaitan dan peranan masing-masing pihak.

• Strategi manufaktur yang mudah dijalankan: metode ini digunakan untuk pelaksanaan rutin strategi manufaktur. Operasi mana yang utama? Bahan dasar dan pengepak­an apa yang standar? Informasi tersebut kemudian akan membimbing analisis pertama dalam penentuan keputusan "membeli" atau "membuat".

• Identifikasi dan sertifikasi pihak ketiga: keputusan untuk membeli masih terbatas oleh ketersediaan pihak ketiga yang mampu memberikan produk yang sesuai dengan kebutuhan. Proses sertifikasi akan memastikan bahwa pihak ketiga yang dipilih dan keputusan untuk membeli adalah keputusan yang tepat.

• Transparansi biaya: analisis lengkap harus mencakup konteks strategi dan kompetisi, rencana eksekusi dan implementasi, analisa risiko, finansial, dan skenario.

• Batasan keputusan-revisi: keputusan untuk "membeli" atau "membuat" bukan proses yang hanya terjadi sekali, perusahaan sukses mem­berlakukan batasan revisi yaitu keputusan yang sudah diambil akan dikaji kembali.

Pada dasarnya, jika produk baru cocok dengan strategi manufaktur, biaya produksi internal bersaing dan kapasitas tersedia, maka produk tersebut seharusnya dibuat sendiri. Sebaliknya jika produk itu tidak cocok dengan strategi manufaktur, rahasia perusahaan bisa dijaga dan pihak ketiga yang bisa memenuhi kebutuhan produksi tersedia, maka produk tersebut sebaiknya dibeli dari pihak ketiga.

Thursday, June 24, 2010

Komisaris Independent

Pada era sekarang, membangun good corporate governance bukanlah sebuah kemewahan, melainkan merupakan suatu keniscayaan untuk tujuan kelangsungan perusahaan. Tuntutan regulator dan investor juga semakin tinggi dan salah satunya adalah terbangunnya mekanisme check and balance antara direksi dan dewan komisaris.

Untuk tujuan itulah, kemudian muncul kebutuhan komisaris independen. Semakin dominan komposisi komisaris independan pada susunan dewan komisaris, menjadi semakin baik. Dalam praktik sering kali menjadi pertanyaan seberapa independenkah komisaris independen perusahaan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, pada topik kali ini akan dibahas tip mencari komisaris independen sebagai landasan dalam upaya menjaga independensi dewan komisaris.

Dari mana kita harus mulai? Komite nominasi dan remunerasi (bila ada) akan sangat membantu proses penyusunan daftar kandidat, tetapi bila memang belum ada komite tersebut, kita bisa mendayagunakan sumber daya yang ada, seperti para direktur, komisaris, anggota komite, dan sekretaris perusahaan. Setelah dibuat daftar kandidat, dilakukan pengecekan latar belakang, pengalaman, kualifikasi, kemampuan interpersonal, serta melakukan pembandingan.

Proses pencarian komisaris independen bisa mirip seperti pencarian eksekutif yang juga harus melalui proses wawancara. Pertanyaan yang diajukan kepada para kandidat harus merupakan set pertanyaan yang sama, agar dapat dibandingkan satu dengan lainnya.

Lalu apa saja yang harus ditanyakan? Tidak ada aturan main standar mengenai hal ini, semua bergantung pada kebutuhan perusahaan, namun beberapa hal penting untuk ditanyakan antara lain adalah mengenai independensi, kompetensi dan ketersediaan waktu; mudah-mudahan ini bisa mengarahkan kepada kandidat yang tepat.

Independensi. Tanyakan apakah ada keterkaitan antara kandidat perusahaan, direksi, komisaris, dan pemegang saham mayoritas, atau penyedia jasa perusahaan. Independensi merupakan jiwa dari good corporate governance. Jika kandidat tidak independen, bisa muncul kondisi benturan kepentingan.

Governance Metrics International dalam melakukan penilaian menentukan bahwa seseorang dianggap tidak independen apabila antara lain yang bersangkutan adalah: (a) karyawan perusahaan selama 5 tahun terakhir; (b) pemegang 10% atau lebih saham perusahaan atau afiliasinya yang memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan; (c) karyawan atau direktur dari perusahaan anak atau afiliasi, yaitu perusahaan memiliki setidaknya 10% hak suara; (d) penyedia jasa profesional yaitu pada tahun terakhir mendapatkan pemasukan imbal jasa setidaknya US$120,000 setahun dari perusahaan, atau lebih dari 1% dari total biaya pembelian barang/jasa perusahaan; (e) pendiri perusahaan (walaupun saat ini tidak merupakan pemegang saham).

Pengalaman. Tanyakan apakah kandidat memiliki pengalaman pada industri sejenis atau dengan pelaksanaan strategi perusahaan saat ini. Kita dapat memperoleh informasi dari biodata kandidat, tetapi penting untuk menanyakan secara langsung mengenai hal ini pada proses wawancara untuk mengetahui apakah kandidat pernah menjabat sebagai komisaris dengan strategi serupa, dan juga untuk mengetahui apakah kandidat memiliki pengetahuan yang mencukupi terkait dengan industri perusahaan.

Kualifikasi. Apakah kandidat memiliki kualifikasi profesional yang relevan? Kita tentu berharap kandidat komisaris independen yang akan bergabung dengan perusahaan juga memiliki kredensial dan kualifikasi akademis.

Perlu diingat bahwa komisaris independen memiliki tugas sama dengan komisaris lainnya untuk melakukan pengawasan, sehingga diperlukan kualifikasi yang mencukupi dan dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Kapasitas. Tanyakan berapa banyak jabatan komisaris atau direktur atau managerial lain yang dijabat oleh kandidat saat ini. Mengapa ini penting? Karena ini merupakan indikasi ketersediaan waktu dan dedikasi yang bisa diberikan kepada perusahaan.

Pendapat regulator. Coba cari tahu apakah kandidat ataupun institusi kandidat terafiliasi pernah memiliki permasalahan tertentu dengan regulator. Apakah pernah ada persetujuan atau penolakan tertentu dari regulator terkait kandidat? Walaupun kita mencari kandidat komisaris independen, seharusnya tidak terpengaruh oleh regulator, tetapi ada baiknya mencari kandidat yang tidak memiliki rekam jejak permasalahan dengan regulator.

Kasus dan tuntutan hukum. Tanyakan apakah kandidat pernah memiliki kasus hukum atau masih terkait dengan proses investigasi suatu kasus hukum. Tentu pemilihan kata-kata dalam menanyakan hal ini harus dipikirkan masak-masak.

Asuransi. Tanyakan apakah kandidat memiliki asuransi pertanggungjawaban (officers indemnity/liability insurance). Asuransi direktur dan komisaris saat ini sudah menjadi suatu hal yang umum untuk dimiliki mengingat semakin besarnya tanggung jawab yang harus dipikul oleh direktur dan komisaris, serta tingginya risiko tuntutan hukum.

Remunerasi. Tanyakan besaran remunerasi yang diharapkan. Kandidat yang tepat tentu harus mendapatkan remunerasi yang layak. Ingat bahwa komisaris harus meluangkan cukup waktu agar bisa melakukan pengawasan yang benar serta memberikan masukan yang konstruktif untuk kemajuan perusahaan.

Referensi. Layaknya wawancara pada umumnya, akan diakhiri dengan pertanyaan mengenai referensi. Adanya rekomendasi dari kolega kita sehingga nama kandidat masuk dalam daftar komisaris independen belumlah cukup. Sehingga diperlukan adanya nama lain yang dapat dimintakan pendapat mengenai kandidat tersebut.

Proses pencarian komisaris independen tidaklah harus menjadi proses yang panjang dan bertele-tele, tetapi pengambilan keputusan siapa kandidat yang tepat tidak bisa dianggap enteng. Tujuan kita adalah untuk mencari individu yang kompeten, memiliki insting bisnis agar juga bisa memikirkan perkembangan profitabilitas perusahaan, keahlian dalam menjalankan fungsi pengawasan, serta bertanggung jawab dalam melaksanakan amanah sebagai komisaris independen.

Pengecekan memadai diperlukan untuk memastikan dan membangun tingkat keyakinan dalam diri kita bahwa kandidat tersebut telah memiliki pengetahuan, keahlian, kualifikasi, pengalaman, serta waktu untuk memberikan kontribusi positif dalam menjalankan fungsi pengawasan dewan komisaris dan memberikan nilai tambah perusahaan.

Wednesday, June 23, 2010

Posisi Seks untuk mencapai Klimaks

MENGGAPAI klimaks saat berhubungan seks menjadi impian setiap wanita. Namun nyatanya, tak semua wanita mahir mendapatkan orgasme hebat. Yuk, ketahui cara menyiasati masalah ini!

Berikut beberapa tip yang dilansir Times of India agar kehidupan seksual Anda memuaskan:

Cobalah posisi yang berbeda

Jika Anda hanya mencoba posisi missionary, ini benar-benar tidak membuat Anda bereksplorasi. Cobalah beberapa posisi seks berbeda yang menyuguhkan lebih banyak kenikmatan untuk Anda. Jika Anda tidak mencoba semua gaya baru dan berbeda, Anda tidak akan pernah tahu bagaimana efeknya pada tubuh Anda.

Mengapa tidak mencoba posisi woman on top? Gaya ini biasanya berhasil. Cobalah dengan perlahan, kemudian baru mempercepat kecepatan.

Seks menggairahkan

Jika Anda melihat seks sebagai sarana terakhir dan tidak ada lagi, maka klimaks mungkin tidak terjadi pada Anda. Jika Anda berhubungan seks dengan pasangan sampai pada tahap penetrasi, jangan selalu mengikuti rutinitas. Sebab, momen ini bisa terasa membosankan. Anda mungkin tidak merasa mood untuk melakukannya.

Sebuah perubahan sikap dapat menciptakan keajaiban bagi Anda. Semakin banyak emosi yang Anda miliki saat berhubungan seks, terutama gairah seks, maka ini akan membantu Anda mencapai orgasme.

Petting

Hal ini dimungkinkan untuk mencapai orgasme, bahkan jika Anda tidak melakukan penetrasi. Beritahu pasangan apa yang Anda inginkan. Memperpanjang waktu foreplay dengan mengikutsertakan lidah dan jari pasangan akan sangat membantu membuat tubuh Anda turn on.

Sunday, June 20, 2010

Kecil menjadi Besar

Sesuatu yang kecil tidak bisa diremehkan begitu saja. Kejadian sehari-hari dapat disebabkan oleh hal-hal yang kecil yang tidak disadari oleh kita sendiri. Kita cenderung memperhatikan hal-hal besar untuk dijadikan fokus.

Hal-hal yang kecil cenderung diabaikan. Perhatian dalam setiap detailnya memang membutuhkan suatu usaha yang lebih besar berkaitan dengan pemikiran, ketelitian, sikap hati-hati, dan evaluatif.

Perincian hal yang kecil-kecil cenderung dipersepsikan oleh kita sebagai sesuatu yang "ribet". Selain itu, hal-hal yang kecil dianggap sebagai sesuatu yang tidak memberikan dampak signifikan dalam kehidupan kita, padahal, menurut Thaler dan Koval dalam The Power of Small (2009), sesuatu yang kecil dapat memberikan dampak luar biasa dalam kehidupan kita semua.

Dalam menjalankan bisnis, sesuatu yang tampak besar dipandang sebagai sesuatu yang dapat memberikan hasil yang besar. Keputusan dalam mengembangkan suatu strategi sering kali berasal dari manajemen atas karena ada anggapan bahwa setiap keputusan dari manajemen atas jauh lebih penting daripada keputusan bawahan.

Suara dari karyawan, pihak pemasok, distributor, bahkan satpam pun tidak boleh diabaikan begitu saja. Perusahaan-perusahaan besar juga sudah ada yang memfokuskan perhatian pada hal-hal yang kecil dengan memperhatikan masukan dari karyawan, misal 3 M.

Begitu juga dengan metode kreatif Google yaitu aplikasi metode kerja yang menerapkan 80% dan 20% waktunya untuk berkarya kreatif. Penciptaan ide-ide kreatif tidak perlu melalui usaha dengan riset besar dan membutuhkan biaya besar.

Namun, penemuan ide-ide kreatif bisa dilakukan dari hari ke hari dengan memanfaatkan waktu detik demi detik. Cara penciptaan ide ini tidak menjadi suatu beban karena dilakukan secara rutin.

Metode kerja yang sederhana ini dapat menghasilkan karya yang luar biasa pada Google yang bisa kita nikmati saat ini antara lain Google Earth, Google Chrome, Google Sites, dan Google Translates.

Selain itu, kekuatan Internet saat ini luar biasa sekali dan bisa mengubah pandangan orang banyak terhadap sesuatu yang tadinya tidak menjadi fokus perhatian menjadi fokus perhatian luar biasa.

Kekuatan Internet memudahkan orang berinteraksi dengan cara mengirimkan e-mail ke e-mail orang lain. Pernyataan sederhana seseorang dalam e-mail, facebook, dan twitter bisa memengaruhi kinerja bisnis perusahaan atau entitas tertentu.

Masih ingat kasus Prita atau film 3 Idiots. Kasus ini menunjukkan bagaimana sesuatu yang kecil yaitu berangkat dari suara konsumen bisa memengaruhi perusahaan untuk memperbaiki strategi bisnis.

Hanya dari keluhan Prita sebagai konsumen melalui Internet, semua orang menjadi mendukungnya dan menuntut Rumah Sakit Omni Internasional harus mengubah kebijakan dan memperbaiki strategi.

Film 3 Idiots menjadi melonjak pengagumnya karena ada seseorang berkomentar melalui twitter yang akhirnya menjadi trending topic beberapa waktu lalu. Tentu saja ini menguntungkan Blitzmegaplex yang sebelum menjadi trending topic, tayangan film tersebut sepi penonton.

Suara konsumen yang sederhana dan tampaknya tidak ada artinya ini ternyata bisa mengubah banyak pemikiran perusahaan.

Internet memang di satu sisi memberikan banyak keuntungan, tetapi ada juga sisi negatifnya. Proporsi seseorang untuk menggunakan internet setiap harinya bisa memakan waktu hampir 2-3 jam, bahkan bisa lebih.

Fenomenda BlackBerry, iPods yang melanda saat ini menyebabkan terciptanya sindrom attention deficit disorder. Goleman mengacu fenomena ini sebagai interaksi I-it, artinya interaksi dengan benda mati dan tidak ada sentuhan manusiawi.

Hal ini juga melanda dalam perusahaan. Keadaan ini bisa menyebabkan karyawan menjadi terisolasi dalam kerja. Memang diakui, interaksi dengan Internet memudahkan orang untuk mengirim pesan tanpa batas waktu dan tempat.

Hanya saja, hal ini menciptakan suatu halangan bagi orang untuk membangun relasi sosial dengan sentuhan manusiawi. Aspek ini merupakan hal sepele tetapi memberi makna besar.

Hubungan sosial yang baik sebenarnya membutuhkan adanya kontak fisik dengan dimulai hanya menyapa, menanyakan keadaan keluarga, keadaan pekerjaan, bahkan pencapaian kerja.

Usaha ini memang sederhana sekali, tetapi apabila yang melakukan atasan sendiri untuk turun langsung ke bawah dengan menanyai karyawan dan memulai menanyakan hal yang sangat sederhana, ini bisa menciptakan kondisi psikologis karyawan yang berbeda.

Karyawan menjadi seseorang yang diperhatikan, sehingga secara mental ini bisa membentuk persepsi, sikap dan akhirnya tindakan karyawan untuk bisa meningkatkan pengabdian kerja dengan baik.

Perhatian pada hal yang kecil juga berkaitan dengan metode kerja. Metode kerja Jepang Kaizen merupakan metode kerja yang menerapkan perbaikan secara teratur dari hal yang kecil.

Penciptaan bisnis yang baik tidak berasal dari suatu perubahan yang besar, tetapi bisa dilakukan pada setiap harinya dari memulai hal kecil dalam pekerjaan sehari-hari serta melakukan pencatatan perubahan setiap harinya. Metode kerja ini bisa membuat banyak perubahan dan penciptaan ide briliant pada perusahaan Jepang.

Kita juga bisa mulai memperhatikan yang kecil melalui tahapan demi tahapan. Ada pepatah 'sedikit demi sedikit lama lama menjadi bukit'. Sesuatu yang kita usahakan baik dalam kehidupan, pekerjaan, dan usaha bisnis sebaiknya tidak berangkat dari sesuatu yang besar, langsung jadi atau instan.

Semua membutuhkan pengorbanan dari waktu ke waktu dengan memperhatikan setiap proses sederhana secara detail, dengan demikian kita bisa mengetahui kekuatan dan kelemahan dalam diri kita dan bisa dijadikan perbaikan pada masa yang akan datang.

Wednesday, June 16, 2010

Seks jelang Kelahiran Bayi?

Seks selama kehamilan selama ini seringkali dihindari oleh banyak pasangan karena ada ketakutan-ketakutan tertentu. Ada yang takut bisa melukai si bayi, ada yang takut si bayi mendengar kegiatan ayah-ibunya, ada pula yang takut bisa menularkan infeksi pada bayi. Padahal, ada bidan dan dokter kandungan yang justru menyarankan agar si calon bapak dan ibu untuk melakukan hubungan seksual menjelang hari kelahiran. Bagaimana menghadapinya?

Dr. Suririnah, dalam bukunya yang berjudul Buku Pintar Kehamilan dan Persalinan mengatakan, bahwa pada dasarnya, melakukan hubungan seksual atau orgasme aman untuk bayi dalam kandungan dan tak akan melukai bayi. Di dalam rahim, posisi bayi terlindungi secara alamiah oleh selaput lendir yang menutup jalan lahir, selaput tersebut jugalah yang melindunginya dari kuman yang mencoba masuk ke dalam rahim. Ditambah lagi, bayi dalam kandungan pun berada dalam kantung rahim yang berisi cairan ketuban yang melindunginya selama proses kehamilan.

Namun, ada kalanya, ketika ibu yang sedang hamil melakukan hubungan seksual, terjadi kram pada bagian perut atau rahim. Menurut dr. Suririnah, hal ini normal. Saat orgasme, akan terjadi kontraksi pada rahim dan akan terasa keras selama beberapa menit. Menurutnya, ini terjadi karena merupakan bagian dari orgasme dan bukan selalu berarti pertanda adanya masalah pada bayi dalam kandungan.

Konon, disarankan agar si bapak rajin "melongok" bayinya untuk membantu "membuka jalan" si anak. Betulkah? Menurut dr. Suririnah, cairan semen mengandung prostaglandin yang bisa menyebabkan kontraksi rahim dan memberi jalan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Jonathan Schaffir, MD, dari Ohio State University Medical Center, seks di akhir kehamilan pada wanita dengan kehamilan normal atau risiko rendah tidak menyebabkan proses kelahiran menjadi lebih cepat. Proses persalinan hanya terjadi bila bayi sudah siap untuk lahir. Disarankan pula, jika memang masih ada kekhawatiran, penggunaan kondom bisa dilakukan.

Namun, memang ada 2 tipe kelakuan seksual yang tidak aman dilakukan saat kehamilan, yakni;
* Meniupkan udara ke dalam vagina saat melakukan seks oral, karena bisa menyebabkan emboli udara. Emboli udara adalah sumbatan pada pembuluh darah karena gelembung udara. Hal ini bisa membahayakan ibu dan bayinya.

* Saat ada penyakit kelamin yang menular di salah satu atau kedua orangtua. Ketika ibu hamil terinfeksi, penyakit tersebut bisa menular kepada bayi dan bisa sangat berbahaya.

Hubungi dokter jika masih ada keraguan dan menemukan gejala yang tak biasa setelah atau selama melakukan hubungan seksual, seperti rasa nyeri, kontraksi terus menerus dengan atau tanpa keluarnya darah.

Tuesday, June 8, 2010

Memperluas Jaringan

Ada banyak hal untuk mencapai karir yang lebih baik. Salah satu yang terpenting adalah memperluas jaringan (network). Namun terkadang Anda harus dihadapkan pada masalah komunikasi dan waktu yang tidak efektif. Anda mungkin terlalu sibuk dengan diri sendiri, keluarga dan pekerjaan sehingga tak sempat memperluas jaringan pertemanan.

Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda lakukan:

Tetapkan tujuan Anda
Saat Anda memutuskan untuk berpindah tempat kerja dan mengubah karir Anda menjadi lebih baik, itu adalah kesempatan yang tepat untuk memperluas jaringan Anda. Saatnya bagi Anda bertemu, berkenalan dan menyerap banyak ilmu di tempat yang baru.

Anda unik!
katakan pada diri Anda saat bercermin, bahwa Anda spesial. Gali potensi dan bakat Anda yang masih terpendam dalam-dalam. Cara tepat yang terbukti cermat adalah dengan 'menjual diri'. Berbekal kepercayaan diri dan potensi yang Anda miliki, saya yakin jaringan teman dan relasi Anda akan semakin banyak.

Dapatkan pujian
Tak perlu malu untuk membuka percakapan lebih dulu dengan teman baru. Jadilah pendengar yang baik dan jangan sungkan memberi pujian tulus atas prestasi teman. Tunjukkan bahwa Anda teman yang terbaik dan biarkan mereka memuji Anda pandai bergaul.

Tampillah penuh percaya diri
Tatanan rambut, busana dan sepatu yang Anda kenakan, serta aksesoris perhiasan yang melekat pada diri Anda adalah penunjang bagi Anda untuk tampil 'all out'. Tebarkan senyum dan jaringlah sebanyak mungkin teman.

CANTIK

Nonacne merupakan produk untuk mengobati kulit berjerawat. dan membantu menghilangkan jerawat dan mencegah kemunculannya kembali. Mengkonsumsi suplemen ini secara teratur menghasilkan kulit yang indah dan halus.

Produk Herbal Buy my product
Untuk informasi pemesanan silahkan Klik Link berikut:
Obat anti Jerawat
Oder Pembelian