REGINA PATRICIA

REGINA PATRICIA THEYSER.

ANTHONNY WILLIAM

ANTHONNY WILLIAM THEYSER

GINA DAN AMA

GINA DAN AMA.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Friday, July 14, 2017

Cara Mengasah Kosakata Agar Bisa Berbicara Tenang di Depan Banyak Orang

Cara seseorang berbahasa dan berbicara mencerminkan apakah dia cukup cerdas, terdidik, dan kompeten. Banyak penelitian menunjukkan korelasi yang erat antara kesuksesan dan penguasaan kosakata seseorang saat berbicara.

Namun sayang, pada umumnya kita hanya memanfaatkan secuil saja dari kosakata kita yang menggunung.

Buku Charisma Effect mengungkapkan beberapa cara mengasah kosakata agar bisa berbicara dengan tenang di depan banyak orang, yaitu:

1. Uji kemampuan
Sebagai langkah awal ujilah kemampuan kosakata Anda. Anda dapat mengujinya dengan mengunjungi situs-situs tes kosakata seperti www.javacamp.org.

2. Belajar satu kata baru
Pelajarilah satu kata baru setiap hari. Kemungkinan dalam tiga bulan, Anda sudah mengumpulkan dan bisa menggunakan tak kurang dari seratus kata baru.

Anda bahkan dapat menerima email berisi satu kata baru berikut definisinya setiap hari dengan mengakses http://dictionary.reference.com.

3. Mencari persamaan kata
Pelajari keterkaitan setiap kata: pelajarilah bagaimana hubungan setiap kata dengan kata-kata lainnya dengan mengunjungi www.visualthesaurus.com.

4. Melengkapi kalimat
Melengkapi kalimat: bersenang-senang dengan latihan melengkapi kalimat dan mengisi test kosakata melalui www.majortests.com.

5. Banyak membaca
Banyak-banyaklah membaca: Biasakan mencari kata-kata baru, dan jika Anda tak mengerti maknanya, bacalah buku-buku yang memperkaya kosakata Anda.

6. Kursus
Ikuti berbagai kursus: perdalam pengetahuan Anda tentang kesenian, musik, teater, kesusastraan, bahasa, filsafat, sains dan psikologi, yang memberikan wawasan dan sudut pandang baru dalam menyikapi suatu ide dan menyampaikan kepada orang lain.

7. Mendengar
Pasang telinga Anda: sempatkan mendengarkan pembicaraan orang-orang yang pandai berbicara – sebisa mungkin hindari politisi, atlet dan selebriti lainnya, karena sebagian besar dari mereka hanya membeo dan menirukan ungkapan yang sudah usang.

8. Bicara
Bicaralah dengan orang lain: carilah cara agar Anda dapat asyik larut di dalam percakapan yang mendalam dan menantang kecerdasan Anda.

Nah, itu tadi beberapa cara mengasah kosakata agar bisa berbicara dengan tenang di depan banyak orang. Semoga bermanfaat.

Karakteristik orang yang mempunyai jiwa bisnis dan sukses berbisnis

Ada beberapa orang yang yakin bahwa menjadi pebisnis merupakan ‘bawaan lahir’, tetapi banyak juga yang percaya bahwa menjadi pebisnis bisa dipelajari. Keduanya bisa sama-sama terjadi.

Dalam buku berjudul “7 in 1” Business Competition Strategy yang ditulis oleh Handito Hadi Joewono dikatakan, bila diamati dengan cermat, terdapat beberapa karakteristik orang yang mempunyai jiwa bisnis dan sukses berbisnis, yaitu:

1. Jeli menangkap peluang
Pebisnis mampu melihat peluang dengan sudut pandang lebih besar dari masalah atau kesulitan yang mungkin muncul. Tidak heran kita sering mendengar cerita sukses pebisnis yang justru mendapat ide bisnis ketika ada kejadian yang kurang baik.

Misalnya, ketika banyak orang sibuk dengan berita banjir, ada pebisnis yang menangkap peluang dan menawarkan perahu karet.

2. Pemimpi
Pebisnis berhasil selalu punya mimpi besar yang tidak pernah terealisasi sepenuhnya. Kalaupun mimpinya hampir terealisasi, selalu saja muncul ‘mimpi baru’ yang jauh lebih besar.

3. ’Nyeleneh’
Pebisnis andal selalu berorientasi mencari dan menemukan sesuatu yang unik dan punya keistimewaan dibandingkan yang sudah ada.

Tidak jarang akan muncul ide-ide yang terkesan ‘nyeleneh’ atau tidak normal, bahkan sering juga tercermin dari perilaku pebisnis yang juga ‘nyeleneh’.

4. Creative lover
Terkait erat dengan perilaku ‘nyeleneh’ tadi, pebisnis andal akan memberi penghargaan tinggi pada kreativitas, baik yang muncul dari dirinya sendiri maupun dari lingkungan bisnisnya. Bahkan kadang terbelenggu dengan banyaknya kreativitas.

5. Tidak puas diri
Pebisnis seringkali dipuji dan sekaligus dikecam oleh lingkungannya karena ‘cerewet’. Selalu saja ada yang kurang, selalu saja ada yang salah, selalu saja ada yang ingin terus diperbaiki. Pokoknya tidak boleh statis, tidak boleh berpuas diri.

6. Tahan banting
Pebisnis tulen teruji dan terbentuk kehebatannya justru ketika menghadapi masalah. Pebisnis dengan entrepreneurship tinggi akan selalu bisa mencari celah keluar dari permasalahan.

Pebisnis selalu bisa bounce back, bahkan dari situasi yang sangat sulit. Pebisnis yang sejati akan bisa bangkit kembali setelah ‘jatuh’ bahkan meskipun sudah jatuh ‘tertimpa tangga’ pula.

7. Aggresive driver
Pebisnis harus bisa menjadi penggerak bagi tim dan lingkungannya untuk terus maju. Tidak heran kita sering melihat ada pebisnis yang seolah ‘berjalan’ atau ‘berlari’ sendiri.

Dorongan untuk terus maju akan merangsang yang bersangkutan untuk bergerak cepat, yang bisa saja berdampak lingkungannya ‘keteter’ dan seolah tertinggal.

 Nah, itu tadi beberapa karakteristik orang yang mempunyai jiwa bisnis dan sukses berbisnis. Semoga bermanfaat

tips kenyataan hidup yang kita harus belajar untuk menerimanya:

Kehidupan ini menawarkan banyak hal. Baik hal yang indah dan bahagia. Termasuk juga hal-hal sulit yang tidak mudah untuk dijalani.

Kenyataan kedua, mengenai hidup yang tidak selamanya indah, seringkali sulit diterima oleh kita. Akibatnya kehidupan selalu terasa tidak memuaskan.

Sebetulnya kita bisa menjalani kehidupan ini dengan lebih lega dan bahagia. Asal kita dapat memahami, bahwa ada kenyataan hidup yang tidak bisa kita kontrol.

Seperti dikutip dari Lifehack.org, berikut kenyataan hidup yang kita harus belajar untuk menerimanya:

1. Semua orang pasti akan mati, termasuk orang-orang yang kita kasihi
Membicarakan maut memang tidak enak. Karena membicarakannya membuat kita menyadari bahwa kita tidak bisa hidup selamanya dengan orang yang kita kasihi.

Tapi sebetulnya, jika kita belajar menerima kenyataan ini, kita bisa belajar untuk tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan untuk membangun hubungan dan menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kita kasihi.

Sudahkah kita meluangkan waktu bersama keluarga, menelepon orangtua, atau membuat kenangan bersama orang tercinta akhir-akhir ini?

2. Jalani hidup ini dengan penuh arti
Banyak orang yang menganggap hidup bermakna kalau sudah jadi orang besar dan sukses.

Padahal pengertian hidup penuh makna tidaklah sedangkal itu. Hidup yang berarti adalah hidup yang dijalani dengan penuh rasa syukur dan berarti bagi orang lain.

Dan untuk melakukan itu, kita tidak perlu sukses dulu. Lakukan saja bagian kita masing-masing sesuai dengan keadaan kita saat ini.


3. Kita perlu menyadari, pasangan paling sempurna itu hanya ada di cerita dongeng

Banyak orang yang bermimpi memiliki kisah cinta romantis dengan pasangan yang sempurna dan bahagia selamanya.

Namun faktanya, tidak ada kisah seperti itu di dunia ini. Sebab masing-masing pasangan akan belajar untuk saling menyempurnakan.

Kebahagiaan cinta sejati tidak harus selalu seperti kisah romantis pangeran dan puteri.

4. Hidup adalah gelanggang permainan
Ingat, permainan bukan pertandingan. Di dalamnya kita harusnya belajar dan memiliki pengalaman.

Pilih permainan apa yang ingin kita mainkan, pelajari aturannya, dan berjuanglah naik level dalam pilihan kita itu.

5. Tidak ada yang abadi, segala sesuatunya ada akhirnya
Tumbuhan menua, binatang menua, dan manusia pun akan beranjak dewasa dan menjadi tua.
Suatu waktu kita jatuh cinta, bertumbuh bersama, namun akan ada waktunya pula maut akan memisahkan.
Kita hidup dan kita akan mati, itulah kenyataannya. Namun bukan berarti kita menjadi tertekan dengan kenyataan hidup ini.

Sebaliknya, jalani hidup dengan penuh rasa syukur, bahagia, dan penuh arti.

6. Jangan menyepelekan hal-hal kecil
Seharusnya ketika kita sudah menyadari bahwa segala sesuatu akan berakhir, kita menjadi lebih sayang kepada hidup ini.

Hargai hal-hal kecil yang terlihat sepele di mata kita. Misalnya mensyukuri matahari yang masih bersinar, udara yang masih dapat kita hirup, dan kita yang masih hidup saat ini.

7. Realistislah!
Untuk menjadi sukses, kita perlu berjuang. Tidak ada proses yang instan. Kita harus menyadari bahwa perjuangan akan selalu dibayar dengan hasil yang sesuai dengan perjuangan kita.

Jangan berangan-angan mendapat hidup yang begini dan begitu namun kita sendiri tidak memiliki keinginan untuk memperjuangkannya.

8. Berhentilah mengeluh, itu tidak ada gunanya sama sekali
Ketika menghadapi masalah dan kesulitan, kita cenderung mengeluh ketimbang memikirkan solusi. Itulah sebabnya hidup ini selalu terasa pahit.

Tentu mengeluh boleh, tapi jangan jadi kebiasaan. Sebab kebiasaan mengeluh hanya akan memperkeruh pikiran dan perasaan kita.

Tanda orang cerdas

Tanda-tanda orang cerdas tidak hanya bisa dilihat dari tingkat IQ-nya. Lantas, apalagi yang dapat menjadi tanda dari orang cerdas? Apakah Anda termasuk ke dalamnya?

Dilansir dari mydomaine.com, berikut ini adalah beberapa tanda-tanda dari orang cerdas. Penasaran apa saja?

1. Mereka merupakan anak pertama atau sulung
Anak tertua cenderung memiliki nilai IQ sedikit lebih tinggi dari saudara-saudaranya yang lain. Keunggulan intelektual ini berkaitan dengan dinamika keluarga dibanding genetika.

Dalam sebuah penelitian di tahun 2007, rata-rata anak pertama memiliki skor IQ 103, anak kedua 100, dan anak ketiga 99. Karena inilah, anak pertama diharapkan dapat mengajari adik-adiknya untuk belajar lebih giat.

2. Mereka memiliki sisi jahat
Menurut sebuah penelitian di Inggris, anak-anak berusia 11 tahun dengan IQ tinggi lebih cenderung menggunakan obat-obatan terlarang atau minum alkohol secara berlebihan saat dewasa. Ini menjelaskan mengapa orang cerdas juga terkadang memiliki sisi yang buruk.

3. Mereka kidal
Orang kidal diyakini lebih kreatif dan memiliki pikiran kriminal. Sebuah penelitian yang dilakukan pada 1995 menunjukkan hubungan antara kidal dengan pikiran yang berbeda.

Dalam studi tersebut, orang kidal juga merupakan orang cerdas karena lebih bisa diandalkan memecahkan masalah kreatif. Apakah Anda merupakan salah satu orang cerdas?

Tips Menciptakan Kebahagiaan di Tempat Kerja

Bagi sebagian orang, bekerja di tempat yang penuh tantangan dan persaingan kadang menimbulkan banyak pikiran dan stres. Hal seperti ini yang membuat kita cenderung ingin mundur atau putus asa. Bila pekerjaan yang kita tekuni dengan hati yang senang, pastinya semuanya akan berjalan dengan lancar. Namun, hal apa saja yang harus diperhatikan untuk membuat diri Anda tetap merasa nyaman dan bahagia dengan pekerjaan Anda? Coba lakukan beberapa cara berikut seperti yang dilansir dari Huffingtonpost.com,

1. Jadi diri sendiri
Usahakan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja Anda. Tentunya Anda juga harus menjadi diri sendiri, jangan sampai pekerjaan membuat Anda harus menjadi orang lain.

2. Jangan Membandingkan Diri Sendiri dengan Orang Lain
Kemampuan orang dalam menciptakan prestasi di tempat kerja Anda, pastinya berbeda-beda. Jangan sampai Anda menghambat diri sendiri dengan membandingkan hasil kerja Anda dengan orang lain. Tetaplah percaya diri dengan diri sendiri serta lakukan yang terbaik yang Anda bisa.

3. Hindari Terlalu Memaksakan Diri
Bekerja keras memang perlu diterapkan di dunia kerja. Namun, bekerja keras bukan berarti Anda tidak beristirahat. Cobalah untuk lebih santai dan memberi diri Anda waktu untuk menikmati waktu istirahat. Mulailah memberikan penghargaan atau hadiah kecil untuk diri sendiri. Sebuah studi oleh Cornel mengatakan bahwa penghargaan kecil dapat membuat orang menjadi lebih murah hati, ramah dan bahagia

5 hal yang harus diketahui dan dipersiapkan terlebih dahulu sebelum memutuskan resign

Apakah Anda sedang merasa jenuh dengan pekerjaan saat ini? Beberapa tahun lamanya mengerjakan hal yang sama terus menerus.

Sebuah studi yang dilakukan oleh LinkedIn menyatakan bahwa beberapa industri pekerjaan, seperti media, hiburan, dan pendidikan memiliki tingkat perputaran karyawan yang sangat tinggi, hampir dua kali lipat dibandingkan pekerjaan yang lain. Faktanya, mengubah pekerjaan memang memungkinkan Anda mendapatkan beberapa keuntungan, seperti kenaikan gaji yang signifikan dan jabatan yang lebih tinggi.


Namun, apa pun alasan Anda harus mengubah pekerjaan, berikut ini adalah beberapa hal yang harus diketahui dan dipersiapkan terlebih dahulu sebelum memutuskan resign, seperti dilansir dari mydomaine.com, Penasaran apa saja?

1. Mengorganisasi semua hal
Sama halnya ketika Anda lulus kuliah dan tahu bahwa apa yang harus dilakukan berikutnya adalah bekerja. Sebelum mengambil sebuah pekerjaan, pikirkan tujuan akhir dari karier tersebut, mulai dari jenis pekerjaan, gaji, tunjangan, dan lokasinya.

Hal-hal kecil akan menjadi kerangka yang baik untuk menciptakan rencana di beberapa tahun ke depan.

2. Investasi pada diri sendiri
Setiap pekerjaan membutuhkan keahlian khusus, maka tidak ada salahnya untuk menumbuhkan dan memelihara kemampuan Anda dari sekarang. Cobalah mengambil kursus menulis atau pemasaran dasar, yang sekiranya dapat bermanfaat di masa depan.

3. Gunakan koneksi yang ada
Mempertahankan hubungan baik dengan rekan kerja atau bos Anda adalah satu hal yang sangat penting. Salah satu kunci mengubah pekerjaan adalah menjaga catatan positif tentang diri sendiri di perusahaan lama.

Pertahankan hubungan baik dengan semua orang di pekerjaan lama, terutama jika Anda bekerja di bidang yang sama. Hal ini akan sangat bermanfaat untuk diri sendiri di masa mendatang.

4. Membandingkan
Ada saatnya Anda perlu menimbang tawaran pekerjaan baru dengan posisi saat ini. Gaji adalah salah satu hal yang harus dibandingkan.

Namun, hal terpenting adalah apakah pekerjaan tersebut menuntun Anda meraih impian selama ini? Atau apakah Anda hanya akan menukarkan impian ini dengan faktor gaji?

5. Jangan keras kepala
Terkadang, mencari pekerjaan baru dapat menjadi godaan ketika Anda sedang merasa jenuh. Perubahan tidak selalu menjadi perbaikan.

Beri waktu diri sendiri untuk memikirkan matang-matang pro dan kontra dari tawaran pekerjaan baru ini. Bila perlu, tak perlu ragu untuk meminta pendapat dari orang lain, seperti keluarga tentang pekerjaan Anda.

Liputan6.com

Tuesday, May 30, 2017

Sejarah Toga dalam Upacara Wisuda

Menjelang pertengahan tahun ini, mungkin banyak dari teman-teman yang akan segera menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Seperti yang teman-teman ketahui, sudah menjadi tradisi bagi hampir seluruh universitas di seluruh penjuru dunia untuk menggelar sebuah upacara wisuda untuk merayakan kelulusan para mahasiswanya. Pada upacara wisuda, para wisudawan akan mengenakan toga, yaitu adalah pakaian yang menyerupai jubah, dilengkapi dengan topi berbentuk segi empat. Rupanya yang unik mungkin membuat kita bertanya-tanya, mengapa para wisudawan harus mengenakan pakaian seperti ini?

Sejarah toga dalam dunia pendidikan berawal dari abad ke-12, dimasa awal terbentuknya universitas-universitas di Eropa. Pada masa tersebut, para mahasiswa sering kali mengenakan jubah sederhana yang cukup panjang untuk menghangatkan tubuh disaat musim dingin. Sedangkan topi berbentuk persegi, adalah aksesoris sehari-hari yang sering dikenakan oleh para kaum cendakiawan untuk melambangkan bahwa mereka adalah kaum terdidik dan terpelajar.

Pada masa ini, tentu saja para mahasiswa sudah tidak perlu mengenakan jubah untuk menahan dingin. Lalu, mengapa toga masih dikenakan dalam upacara wisuda?

Alasan masih dikenakannya toga dalam upacara wisuda tidak lain adalah karena keberadaan filosofi yang mendalam dibaliknya. Warna dan bentuk dari toga tentu memiliki filosofi tersendiri yang melambangkan pencapaian dan pengharapan bagi para wisudawan.

Warna hitam yang dominan pada toga melambangkan misteri dan keanggunan. Dengan memakai pakaian hitam tersbut, para wisudawan diharapapkan untuk bisa mengungkap misteri-misteri yang ada di dunia dengan segala ilmu pengetahuan yang didapat dari pembelajaran selama ini.

Bentuk persegi pada topi toga merupakan simbol dari cara para wisudawan melihat dunia, cara berpikir para wisudawan yang mampu melihat suatu hal dari berbagai sudut pandang seperti ke-4 sudut persegi dan rasional seperti bentuk persegi yang presisi.

Sedangkan untuk gestur pemindahan tali topi toga dari sisi kiri ke sisi kanan adalah harapan bagi para wisudawan untuk mampu menggunakan kemampuan otak sejara maksimal. Selama berada di perguruan tinggi, para wisudawan diasumsikan lebih banyak menggunakan otak kiri dibanding otak kanan. Maka dari itu, dengan memindahkan tali topi dari kiri ke kanan, wisudawan dituntut untuk juga menggunakan otak kanan saat terjun ke masyarakat.



CALVIN CHIU KURNIAWAN