Translate This Blog - 翻译此博客

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, November 16, 2016

Gejala Awal Sakit Ginjal pada Wanita

Gejala sakit ginjal pada wanita sebenarnya tidak jauh berbeda dengan ciri ciri gejala sakit ginjal yang biasa diderita oleh orang pada umumnya. Namun bukan itu yang menjadi fokus pembahasan kami kali ini. Mengingat ginjal merupakan salah satu organ yang sangat penting di dalam tubuh, sudah seharusnya manusia menjaga kesehatan ginjalnya. Jika fungsi ginjal mengalami gangguan, maka berbagai masalah kesehatan bisa terjadi. Oleh karena itu berbagai gejala penyakit ginjal harus diketahui oleh setiap orang. Tujuannya adalah untuk meminimalisir kemungkinan kerusakan ginjal yang terjadi bisa semakin parah.

Jika gejala batu ginjal pada wanita itu semakin parah, semakin banyak masalah kesehatan yang bisa terjadi. Apalagi ginjal adalah salah satu organ ekskresi yang dibutuhkan tubuh untuk membuang racun. Jika ginjal tidak berfungsi sebagaimana mestinya, tentu di dalam tubuh akan tertinggal banyak zat racun yang bisa membahayakan tubuh. Berikut ini kami jelaskan beberapa gejala penyakit ginjal pada wanita yang perlu diwaspadai.

Gejala Awal Sakit Ginjal pada Wanita
Ginjal memiliki banyak peran penting di dalam tubuh, salah satunya adalah untuk menjaga keseimbangan cairan di dalam tubuh. Selain itu organ yang satu ini juga berperan penting dalam menjaga tekanan darah, situasi kalsium tulang, produksi sel darah merah, dan juga dalam produksi hormon erythropoietin. Secara umum kelainan ginjal yang terjadi pada wanita bisa berupa infeksi saluran kemih atau gagal ginjal. Lalu apa saja gejala yang biasanya dialami oleh penderita? Untuk lebih lengkapnya simak beberapa poin penting berikut ini.

Secara umum gejala sakit ginjal pada wanita yang paling mudah diketahui adalah warna urin. Selain warnanya, urin seorang penderita penyakit ginjal jumlahnya juga lebih sedikit ketimbang biasanya. Jika Anda memperhatikan urine Anda, warnanya akan sedikit lebih pekat. Bahkan terkadang bagi ginjal yang kerusakannya sudah parah, urine bisa sampai mengandung darah.

Selain volume dan warna urine yang berubah, gejala batu ginjal pada wanita lainnya adalah bau mulut. Namun gejala sakit ginjal pada wanita yang satu ini sedikit lebih sulit dibedakan dengan gejala lainnya. Bagaimana tidak, bau mulut adalah hal yang sangat wajar terjadi dan dialami oleh semua orang. Beberapa penyakit lain seperti kanker mulut pun menunjukkan gejala yang sama, yaitu aroma mulut yang tidak sedap. Untuk penyakit ginjal sendiri, bau mulut ini dikarenakan limbah tubuh yang menumpuk karena tidak bisa dibuang secara maksimal oleh ginjal.

Gejala sakit ginjal pada wanita yang selanjutnya adalah pembengkakkan pada tubuh. Seperti yang tadi sudah kami sampaikan, ginjal berperan penting untuk mengatur keseimbangan cairan di dalam tubuh. Apabila ginjal mengalami masalah, kinerja ginjal untuk melakukan hal tersebut tentu kurang maksimal. Akibatnya adalah cairan di dalam tubuh akan mengalami penumpukan. Secara umum ciri ciri gejala sakit ginjal yang disebabkan oleh penumpukan cairan adalah pembengkakkan tubuh. Beberapa bagian tubuh yang biasanya akan terlihat bengkak biasanya di bagian kaki, pergelangan kaki, tangan, atau bahkan wajah. Terkadang jika kerusakan ginjalnya sudah parah, pembengkakkan bisa terjadi di lebih dari satu titik.

Penumpukan cairan di dalam tubuh ini juga akan memberikan dampak yang kurang baik bagi organ tubuh lainnya di dalam tubuh. Termasuk paru-paru yang fungsinya sangat identik dengan sistem pernapasan manusia. Orang yang ginjalnya bermasalah biasanya juga akan mengalami sesak napas. Penyebabnya sama, yaitu penumpukan cairan di dalam tubuh yang lama kelamaan bisa menutup saluran paru-paru. Berbahaya sekali, bukan? Tidak hanya itu, namun sesak napas pada penderita ginjal juga bisa disebabkan oleh tubuh yang kekurangan oksigen.

Di dalam tubuh ginjal juga berperan dalam pembentukan sel darah merah yang mengangkut oksigen. Jika fungsi ginjal tidak optimal lagi, secara otomatis pembentukan sel darah merah pun akan terhambat. Akibatnya akan terjadi gejala sakit ginjal pada wanita berupa kehabisan napas atau kekurangan oksigen, karena suplai oksigen di dalam tubuh tentunya akan berkurang. Kondisi ini biasanya terjadi saat penderita ingin tidur, aktivitas sehari-hari pun pastinya akan sangat terganggu.

Gejala batu ginjal pada wanita selanjutnya adalah timbulnya rasa gatal berlebihan atau kulit ruam. Masalah ini terkait dengan yang sudah kami bahas di awal tadi. Ginjal berfungsi untuk membuat racun atau zat-zat sisa metabolisme di dalam tubuh dalam bentuk urine. Jika ginjal tidak bekerja secara efektif, tentunya pembuangan zat-zat sisa tersebut juga akan kurang efektif. Akibatnya di dalam tubuh akan terjadi penumpukan racun atau zat-zat sisa yang masuk ke dalam aliran darah. Akibatnya tubuh akan terasa gatal, dan bisa menyebabkan luka karena digaruk secara terus menerus.

Macam Penyakit Ginjal yang Harus Diwaspadai
Setelah mengetahui beberapa gejala sakit ginjal pada wanita, Anda juga harus mengetahui beberapa macam sakit ginjal agar lebih waspada. Ketika seorang penderita penyakit ginjal memeriksakan diri ke dokter, pasti ciri ciri gejala sakit ginjal yang dikeluhkan berbeda-beda. Diagnosa dokter pun mungkin berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Ada beberapa jenis penyakit ginjal yang mungkin perlu diketahui.

Pertama, penyakit gagal ginjal akut, penyakit ginjal yang bisa terjadi secara mendadak. Yang terjadi adalah fungsi ginjal akan secara tiba-tiba anjlok sehingga tubuh Anda tidak bisa mengeluarkan urine. Artinya cairan di tubuh Anda akan semakin menumpuk dan racun di dalam tubuh pun tidak bisa dikeluarkan.

Kedua adalah nefritis akut, penyakit yang juga bisa muncul secara mendadak pada bagian saringan ginjal atau glomerolus. Gejala sakit ginjal pada wanita yang biasanya dialami pada Nefritis adalah tungkai yang membengkak serta adanya darah di urine yang keluar.

Ketiga, penyakit gagal ginjal kronik. Keluhannya adalah kondisi badan yang lemas, mual, pucat, napsu makan menurun, sesak napas, dan volume urine berkurang. Jika Anda sudah mengalami beberapa ciri ciri gejala sakit ginjal tersebut, segera periksakan diri ke dokter sebelum penyakitnya semakin parah. Selain itu ada juga penyakit sindron nefrotik, yang juga terjadi pada glomerolus. Yang terjadi adalah kebocoran protein dari darah melalui glomerolus ke urine. Akibatnya penderita bisa mengalami pembengkakkan pada di bagian muka, kaki, perut, serta bisa terjadi kolesterol tinggi.

Moms and girls, Sebenarnya masih banyak penyakit ginjal lain yang harus Anda waspadai. Namun yang paling jelas, tugas Anda adalah menjaga kesehatan tubuh. Paling tidak Anda harus banyak minum air putih, minimal 8 gelas air dalam sehari. Dengan demikian kesehatan ginjal Anda akan lebih terjaga.

Sumber: CBN

Berikut beberapa tips untuk memilih produk perawatan kulit yang tepat selama anda hamil

Selama masa kehamilan banyak sekali perubahan, salah satunya perubahan hormon, berjalan dengan pertumbuhan janinnya.  Dan beberapa bagian tubuh pun mengalami perubahan drastis. Perut membuncit, ukuran pinggul dan bokong membesar, hingga nafsu makan meningkat. Bahkan, kehamilan bisa membuat kulit bercahaya. Namun, bagi sebagian wanita, kehamilan justru bisa berarti kulit berminyak dan berjerawat, timbulnya noda hitam dan ketombe, bahkan perasaanya menjadi lebih sensitif

Oleh karna itu para ibu hamil untuk tetap melakukan perawatan kecantikan agar kulit dan rambut tetap sehat dan penampilan ibu hamil tampak fresh dan suasana hati selalu senang sehingga baik juga untuk janin di kandungan.

” Tidak semua produk kosmetik bisa anda gunakan selama kehamilan. Ada beberapa bahan yang dapat membahayakan anda sebagai calon ibu dan bayi di dalam rahim anda. Oleh karena itu, anda harus berhati-hati tentang memilih kosmetik selama periode kehamilan anda,” kata dermatologist, Dr.Kiran Lohia, MD, seperti yang dilansir laman Times of India.

Berikut beberapa tips untuk memilih produk perawatan kulit yang tepat selama anda hamil

1. Hindari matahari
Selama kehamilan, peningkatan hormon memicu peningkatan jumlah sel-sel pigmen, yang dapat menyebabkan munculnya jerawat di wajah. Menggunakan tabir surya setiap hari, baik saat hujan atau tidak, adalah cara yang terbaik untuk menghindari perubahan warna kulit. Jika anda berencana untuk bepergian keluar di bawah terik matahari atau di pantai, lindungi diri anda dengan tabir surya yang aman di gunakan saat kehamilan.

2. Gunakan tabir surya
Hal tambahan penting yang harus anda lakukan dalam perawatan rutin kulit selama kehamilan (dan setelahnya) adalah menggunakan pelembab yang mengandung paling tidak SPF 15, dan perlindungan terhadap spektrum yang lebih luas (yang bekerja mengatasi sinar UVA dan UVB).

3. Hindari penggunaan bahan kimia
Beberapa bahan kimia yang mesti anda hindari saat hamil diantaranya, benzoil peroksida, asam saliilat dan semua jenis retinoid. Selain bahan kimia, bahan perawatan kulit alami seperti kedelai yang mengandung estrogen juga tidak baik digunakan pada masa kehamilan, karena dikhawatirkan dapat mengganggu keseimbangan hormon.

4. Kunjungi dokter kulit
Sebagai seorang calon ibu, anda harus waspada dari setiap ruam kulit, kulit gatal, atau masalah kulit lain. Pergilah ke dokter kulit segera setelah anda melihat gejala-gejala tersebut. Mnegkonsultasikan diri anda ke doketr spesialis, dapat membantu melindungi anda dan anak anda (CBN)

5 penyakit yang bisa diatasi dengan baking soda

Baking soda dikenal sebagai bahan pembuat kue. Tapi, tidak hanya itu, Anda juga dapat menggunakan sebagai obat alami untuk mengatasi penyakit dalam kehidupan sehari-hari.

Dilansir Boldsky,berikut ini adalah 5 penyakit yang bisa diatasi dengan baking soda. Coba praktikkan di rumah ya!

Gangguan pencernaan
Jika Anda menderita mulas, mual atau kembung, minum segelas air hangat yang dicampur dengan sejumput baking soda. Dalam beberapa menit, Ramuan ini dapat membantu menyembuhkan gangguan pencernaan yang Anda alami.

Sakit gigi
Untuk mencegah sakit gigi, bilas atau kumur air dengan tambahan baking soda sehari sekali. Baking soda dapat membantu mematikan bakteri jahat di dalam mulut, tetapi juga dapat menyegarkan napas Anda.

Asam urat
Bagi penderita asam urat, coba minum ramuan baking soda di malam hari. Cara ini jika rutin dilakukan bisa membantu mengatasi kram otot yang menyiksa dirinya.

Infeksi salurah kemih
Ladies, campurkan satu sendok teh baking soda dengan empat gelas air. Minumlah setiap hari, terutama jika Anda menderita infeksi saluran kemih. Tunggu dalam waktu seminggu, penyakit Anda akan hilang.

Penyakit infeksi
Minum segelas air baking soda setiap malam hari. Ya, minuman ini dapat membantu menguatkan sistem kekebalan tubuh Anda, sehingga membuat tubuh mencegah penyakit infeksi.


Sumber: Okezone

Berikut ini 5 peran lintah-lintah ini terhadap kesehatan Anda

Terapi lintah ternyata telah digunakan sejak zaman kuno, bahkan popularitas tertinggi dicapai pada abad ke-19. Kemudian pada awal abad kedua puluh, pamornya kian turun dan tergantikan dengan pengobatan modern.

Berikut ini 5 peran lintah-lintah ini terhadap kesehatan Anda, dilansir dari Boldsky.

Pengobatan gangguan jantung
Terapi ini digunakan untuk pengobatan gangguan kardiovaskular. Air liur yang dihasilkan oleh lintah mengandung pengencer darah alami yang dipercaya dapat mencegah dan menyembuhkan pembekuan darah. Hal ini dapat melancarkan aliran darah dan meningkatkan kepekaan terhadap rasa sakit dalam jaringan ikat.

Menyembuhkan infeksi
Menurut sebuah studi Alternative Medicine Review, terapi lintah dapat megurangi pembengkakan dan rasa sakit pada kaki. Lima sampai enam lintah biasanya diletakkan pada daerah yang terkena infeksi.

Melancarkan aliran darah
Sejumlah dokter percaya bahwa terapi lintah berperan dalam menjaga kesehatan jaringan setelah operasi. Jika terapi lintah ini dilakukan selama operasi, air liurnya membantu dalam mengencerkan dan memperlancar aliran darah.

Mencegah kanker
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa air liur lintah mengandung hirudin yang bertindak sebagai antikoagula yang berguna sebagai obat anti kanker. Air liur lintah juga mengandung senyawa ghilanten yang dapat menekan pertumbuhan beberapa jenis tumor.

Memulihkan osteoarthritis
Jurnal riset Ayuverda menyebutkan bahwa terapi lintah berperan dalam penyembuhan gangguan persendian atau osteoarthritis. Biasanya lintah diaplikasikan pada lutut pasien. Perlu diperhatikan, terapi lintah ini memiliki efek samping, seperti meninggalkan bekas pada kulit, lecet, dan gatal-gatal.  


Sumber: Okezone

Lendir lele dimanfaatkan sebagai obat luka penderita diabetes

Tahukan Anda, ternyata lendir lele dapat digunakan sebagai obat. Di tangan sekelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) lendir lele dimanfaatkan sebagai obat luka penderita diabetes.

Ide pemanfaatan lendir lele sebagai obat luka diabetes ini berasal dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Farmasi UGM. Mereka adalah Joshua Alif Wendy, Dion Adiriesta Dewanda, Megaria Ardiani, Utami Tri Khasanah, serta Raden Mas Ravi Hadyan.

Ravi, anggota tim pengembang salep lendir lele ini mengatakan dalam lendir atau mukus lele mengandung senyawa-senyawa protein aktif berupa Antimicrobial Peptides(AMPs). Senyawa ini memiliki potensi dimanfaatkan untuk menyembuhkan luka karena memiliki aktivitas bakterisidal yang kuat untuk membunuh bakteri-bakteri patogen.

“Ikan lele dikenal sebagai ikan air tawar yang punya mekanisme imunitas kompleks. Meski hidup di lingkungan air tercemar penuh bakteri patogen, tetapi jarang mengalami infeksi karena imunitas non spesifiknya berupa lendir pada kulit,” paparnya, Jum’at (5/8) saat bincang-bincang dengan wartawan di Ruang Fortakgama UGM.

Berawal dari hal itu, Ravi dan keempat temannya berinisiatif meneliti lebih mendalam akan manfaat lendir lele untuk pengobatan luka kronis diabetes. Terutama, bagi penderita diabetes yang telah terinfeksi bakteri Methicillin Resistant Staphylococus aerus (MRSA). MRSA ini merupakan bakteri pathogen yang resisten terhadap berbagai jenis antibiotik dan menjadi penyebab utama luka infeksi kronis penderita diabetes.

“Kita manfaatkan lendir lele yang murah dan ketersediaannya cukup tinggi di Indonesia sebagai produk salep untuk obat luka infeksi kronis penderita diabetes,” ujarnya.

Proses pembuatan salep dilakukan dengan mengambil lendir bagian punggung lele berumur 4-6 bulan kemudian disentrifugasi. Setelah itu lendir yang diperoleh dicampur dengan Poly Ethylen Glycon (PEG). Hasil campuran bahan-bahan tersebut menghasilkan salep yang diberi nama dengan Super Clariac Biomimicry Helaing Agent atau disebut dengan SCRIAC-BIOLINGENT.

Utami menambahkan salep tersebut selanjutnya diujicobakan pada tikus dan hasilnya efektif untuk mengobati luka penderita diabetes. Awalnya, tikus diinduksi diabetes tipe 2. Selanjutnya, tikus dianestesi dan dilukai pada bagian punggung.

Selama 15 hari, luka pada tikus diolesi salep setiap pagi dan sore. Hasilnya menunjukkan salep modifikasi lendir lele memberikan efek penyembuhan yang lebih baik.

“Tikus yang diberi salep lendir lele bisa sembuh lebih cepat dibandingkan dengan salep anti bakteri di pasaran,” jelasnya.

Utami menambahkan penelitian ini membuktikan bahwa lendir lele memiliki aktivitas anti bakteri terhadap bakteri patogen yang resisten terhadap antibiotik. Karenanya, salep ini potensial untuk digunakan sebagai obat luka penderita diabetes.

“Salep dari lendir lele ini berpotensi untuk dikomersialkan mengingat bisa menyembuhkan luka kronis diabetes yang terinfeksi MRSA,” ujarnya.

Buah Pare bisa obati cacingan

Cacingan masih menjadi persoalan kesehatan di Indonesia. Pasalnya, penyakit ini masih banyak menyerang masyarakat, khususnya anak-anak.

Data Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi cacingan di Indonesia mencapai 28,12 persen. Kasus cacingan tidak hanya terjadi di desa-desa saja, tetapi menyebar secara meluas di wilayah Indonesia terutama di kawasan padat penduduk.

“Penanggulangan penyakit ini sudah dilakukan sejak tahun 1995 dengan pemberian obat cacing (antihelmintik) sintetik seperti Albendazole. Hanya saja menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, dan sakit perut,” kata Muhammad Dimas Reza Rahmana, mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) UGM, saat dihubungi sedang menjalankan ko-asistensi di RS J Prof.Dr. Soerojo, Magelang.

Prihatin dengan kondisi tersebut, Dimas bersama ketiga rekannya, yaitu Habil Alam Rahman dan Deby Aulia Rahmi yang juga berasal dari Fakultas Kedokteran dan Lina Permatasari dari Fakultas Farmasi berupaya mencari solusi untuk mengatasi permasalahan itu. Mereka melakukan penelitian terhadap buah pare (Mommordica charantia L) dan diketahui bahwa buah ini memiliki potensi untuk mengobati cacingan. Penelitian dilakukan dibawah bimbingan dosen parasitologi FK UGM, drh. Sitti Rahmah Umniyati, S.U.

Dimas menyebutkan tanaman pare baik biji dan daunnya telah terbukti mengandung daya antihelmintik. Demikian pula dengan buah pare juga mempunyai potensi daya antihelmintik. Namun begitu, penelitian tersebut masih sangat terbatas.

“Buah pare mengandung senyawa saponin yang mempunyai efek antihelmintik,” jelas Dimas.

Sebelum mengujikan pada cacing gelang yang ada di ayam (Ascaridia galli), mereka terlebih dahulu membuat pare menjadi ekstrak pare. Selanjutnya, ekstrak pare yang dilarutkan ke dalam air digunakan untuk menginfus cacing gelang.

“Cacing dimasukkan ke dalam cawan petri yang telah diisi dengan ekstrak pare,” tuturnya.

Dari hasil percobaan tersebut diketahui bahwa cacing gelang mengalami kehancuran dinding sel setelah 11 jam percobaan. Hasil optimal diperoleh pada pemberian dosis ekstrak pare sebanyak 23 gram pare yang dilarutkan dalam 100 ml air.

“Setelah dibandingkan dengan cacing yang direndam dalam Albendazole menunjukkan hasil yang tidak berbeda sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai obat cacing,” tegas pria asal Lombok ini.

Dari penelitian ini diharapkan Dimas dapat memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat terkait efek antihelmintik buah pare. Namun demikian, kedepan masih diperlukan kajian lebih lanjut buah pare sebagai alternatif pengobatan cacingan.

“Penelitian ini masih dalam tahap awal dan masih diperlukan berbagai uji lanjutan seperti uji pada hewan coba dan uji klinis pada manusia untuk mengetahui efek antihelmintik buah pare ini,” pungkasnya.(CBN)

Cangkang Kerang Untuk Obati Osteoporosis

Bagi Anda penikmat kuliner seafood tentunya tidak asing lagi dengan kerang darah (Anadara granosa). Jenis kerang ini memang banyak disajikan sebagai salah satu menu utama di berbagai restoran seafood. Banyak digemari masyarakat karena memiliki rasa yang lezat dan kaya akan protein.

Tapi tahukan Anda, ternyata  cangkang kerang darah juga bermanfaat bagi kesehatan. Cangkang kerang ini terbukti mempunyai kandungan kalsium yang tinggi. Sayangnya, selama ini cangkang kerang darah hanya menjadi limbah sampingan rumah makan seafood yang dibuang begitu saja dan belum dimanfaatkan secara optimal.

Hal tersebut lantas menggerakkkan lima mahasiswa UGM dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) dan Farmasi  yaitu  Nabila Syarifah Jamilah, Istianah Maryam Jamilah, Aprilia Maharani, Pras Setya, dan Ariska Devy untuk mengolah limbah cangkang kerang darah menjadi sumber kalsium untuk terapi alterntatif osteoporosis, Dibawah bimbingan drh. Rr. Devita Anggraeni, M.P., Ph.D, mereka mulai melakukan riset dan sejumlah uji coba guna mendapatkan formula yang tepat. “Proses pembuatannya sederhana yaitu cangkang kerang yang kami peroleh dari sejumlah rumah makan di Jogja di oven pada suhu 110oC selama 8 jam kemudian dihaluskan menjadi bentuk serbuk halus,” terang Nabil di FKH UGM.

Selanjutnya serbuk cangkang kerang darah tersebut diujikan pada tulang femur tikus Sprague Dawley. Dari pemberian serbuk selama dua bulan  menunjukkan adanya densitas tulang yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol dilihat dari intensitas sinar X yang diserap oleh tulang. Sementara hasil pembacaan radiografinya juga menunjukkan tikus yang telah diinduksi osteoporosis sebelumnya kemudian diberi serbuk cangkang kerang darah menunjukkan adanya penyembuhan dari osteoporosis yang sangat baik.

“Tikus yang diovariektomi dan tidak diberi perlakuan mengalami osteoporosis, sedangkan yang diovariektomi dan diberi cangkang kerang gambaran osteoporosisnya hilang dengan  intensitas sinar X yang diserap paling tinggi dibandingkan kelompok yang lain,”  tuturnya.

Ditambahkan Aprilia, dengan adanya kajian pre-klinis pada tikus  ini membuktikan bahwa kalsium pada cangkang kerang darah dapat diserap dan membantu mengurangi resiko osteoporosis dengan sumber kalsium alternatif. Kendati begitu kedepan masih diperlukan penelitian lanjutan yakni  Scanning Electron Microscope (SEM) untuk melihat trabekula femur. “Harapannya nantinya bisa membantu para penderita osteoporosis dan mendapatkan sumber kalsium alternatif yang mudah, murah dan efisien bagi penderia osteoporosis,” pungkasnya. CBN

Others Post

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Pengunjung