Monday, May 31, 2010

Kelebihan Informasi

Informasi yang diterima oleh kon­su­men saat ini bisa berasal dari berbagai sumber yaitu media elektronik dan media nonelektronik. Media elektronik saat ini menjadi sumber yang paling berpengaruh melalui Internet.

Fenomena Internet membuat orang bisa memperoleh atau mengakses informasi tanpa dibatasi waktu dan ruang. Setiap detik konsumen bisa menerima informasi dengan cepat dan banyak.

Selain itu, penyajian informasi bisa berganti seketika dan tanpa memperhatikan target konsumen yang tepat. Setiap individu yang membuka detik.com, kompas.com atau situs lainnya akan menerima pop-ups atau informasi seketika yang sifatnya cepat dan mendadak.

Perusahaan dalam mengembangkan strategi komunikasi baik dalam situs Internet maupun media lain yang sifatnya terus-menerus dan jumlahnya banyak serta cepat membuat konsumen memiliki kemungkinan kecil untuk mengolah informasi dengan baik.

Konsumen tentu saja tidak menerima informasi dari satu perusahaan saja, tetapi juga dari berbagai perusahaan untuk satu produk. Perusahaan yang bergerak dalam satu industri yang sama mulai berkompetisi untuk memberikan informasi produk baru agar segera diketahui oleh konsumen.

Produk-produk dalam industri telekomunikasi, rokok, perbankan juga tidak mau kehilangan kesempatan untuk dapat mengenalkan produk kepada konsumen. Karakteristik informasi ini kadang-kadang dirasa mengganggu dan mengejutkan.

Simon (1991) dalam Bounded Rationality and Organizational Learning: Organization Science mengemukakan bahwa dalam diri seseorang memiliki bounded rationality. Hal ini menunjukkan rasionalitas yang optimum artinya konsumen menunjukkan keterbatasan daya pikir yang dimiliki.

Konsumen sebagai individu yang normal memiliki keterbatasan dalam menerima setiap informasi. Keterbatasan ini juga didukung dengan kemampuan mengolah informasi dalam memori manusia hanya pada tujuh aspek untuk satu kategori produk.

Apabila informasi yang diterima oleh konsumen mengenai satu produk misalnya telepon seluler atau tawaran operator, konsumen hanya bisa menerima tujuh aspek informasi dari suatu merek produk telepon seluler.

Lebih dari itu, informasi yang diterima oleh konsumen tidak bisa diolah oleh konsumen dengan baik. Selain itu, informasi dari merek telepon seluler lain juga diterima oleh konsumen.

Dengan demikian informasi yang diterima oleh konsumen menjadi lebih banyak. Informasi dari media melalui Internet memiliki sifat yang cepat dan bisa datang seketika, apabila sifatnya banyak dan tiba-tiba datang, tentu saja akan membuat konsumen merasa bingung untuk mengolahnya.

Selain itu, informasi yang diterima oleh konsumen juga berasal dari media lain, misalnya, media nonelektronik yaitu melalui informasi billboard atau iklan di jalan.

Konsumen mengalami "tumpahan informasi" mengenai suatu produk. "Tumpahan informasi" atau overload information menyebabkan konsumen tidak bisa mencerna informasi dengan baik.

Konsumen mengalami stagnasi dalam membuat keputusan, akhirnya konsumen mengurungkan niat untuk membeli merek yang ditawarkan. Informasi yang diterima hanya sebatas diterima oleh memori jangka pendek.

Untuk bisa diterima dengan baik dalam memori jangka panjang manusia, informasi tersebut harus mengalami repetisi promosi asalkan informasi dari perusahaan lain tidak secara bersamaan masuk ke dalam memori konsumen.

Dalam memori konsumen terdapat aspek consideration set yang menjadi pertimbangan konsumen untuk memutuskan pemilihan produk. Aspek consideration set ini merupakan penentu konsumen untuk melakukan pemilihan merek atau produk.

Merek akrab

Tumpahan informasi yang diterima oleh konsumen tidak menjadi masalah selama merek-merek yang dipromosikan adalah merek-merek yang sudah masuk dalam memori jangka panjang konsumen.

Merek yang ada dalam memori jangka panjang ini akan mudah mempromosikan diri di tengah-tengah impitan informasi baru dari merek lain yang memiliki usaha sejenis.

Konsumen merasakan merek tersebut sebagai merek yang sudah memiliki keakraban dalam diri konsumen. Merek Pepsodent, Lux, Lifebuoy misalnya, merek yang sudah ada sejak penulis lahir.

Dengan demikian, penggunaan merek ini sudah turun temurun atau menjadi merek warisan. Pengalaman menggunakan merek dalam hitungan tahun menyebabkan konsumen memiliki pengetahuan produk dengan baik.

Apabila ada informasi yang bertubi-tubi dari merek lain meskipun lebih menarik, tidak men­jadi masalah bagi konsumen untuk meng­abai­kan­nya. Selama konsumen merasa tidak me­miliki kemampuan untuk mencernanya dengan baik, konsumen cenderung mengabaikannya serta memilih merek yang sudah melekat dalam memori jangka panjang mereka.

Selain merek yang ada dalam jangka panjang konsumen, tantangan lain adalah konsumen hanya menentukan pilihan pada merek yang konsisten untuk memberikan kualitas secara konsisten dan bisa dikategorikan sebagai market leader.

Dengan demikian, kualitas yang ada akan selalu menjadi pertimbangan oleh konsumen. Informasi merek lain di luar pertimbangan konsumen, menjadi cenderung tidak perlu diolah lebih lanjut.

Konsumen merasakan akan membuang waktu lebih banyak untuk mengolah informasi baru. Namun, pada kondisi tertentu, konsumen juga berkeinginan untuk mencari variasi penggunaan produk.

Pencarian variasi produk ini dilakukan kalau konsumen mencari sesuatu yang berbeda dari penggunaan produk sebelumnya, bisa saja konsumen mencermati informasi merek produk lain.

Perusahaan yang berkeinginan sukses untuk mengenalkan produknya, juga menyadari aspek perilaku konsumen khususnya sisi internal konsumen yaitu aspek kemampuan dan pembelajaran.

Kemampuan dan pembelajaran konsumen sangat beragam dalam mengolah informasi. Pembelajaran informasi yang baru mem­bu­tuh­kan waktu yang secara normal relatif lama, ter­le­bih untuk pembuatan keputusan yang berisiko.

Informasi yang diterima pada awalnya memang sekadar untuk menciptakan awareness atau kesadaran konsumen mengenai keberadaan produk. Namun, apabila pada awalnya kon­­su­men sudah menolaknya karena keterbatasan da­lam pengolahan, konsumen akan mengabaikan setiap informasi yang diterimanya.

Oleh karena itu, perusahaan harus menjadikan mereknya ada dalam memori jangka panjang konsumen. Dengan demikian konsumen hanya melakukan retrieval dalam memorinya dengan seketika. Berarti, perusahaan harus mengemas informasi secara lebih baik dan menjaga kualitas.

0 komentar:

Post a Comment

Terima Kasih atas Komentar anda..

CANTIK

Nonacne merupakan produk untuk mengobati kulit berjerawat. dan membantu menghilangkan jerawat dan mencegah kemunculannya kembali. Mengkonsumsi suplemen ini secara teratur menghasilkan kulit yang indah dan halus.

Produk Herbal Buy my product
Untuk informasi pemesanan silahkan Klik Link berikut:
Obat anti Jerawat
Oder Pembelian