
Berikut ini kami bagikan beberapa panduan, agar Anda tetap menjadi penguasa jadwal, bukan sebaliknya.
1. Pikirkan: Apa yang harus Anda lakukan HARI INI juga?
Sebelum beranjak bangun dari tempat tidur, coba pikirkan sejenak apa yang Anda harus lakukan hari ini,
"Oh hari ini, aku harus mengunjungi tante yang sakit di RS."
"Nanti aku ada reuni kecil-kecilan dengan teman lama."
"Proyek itu harus aku selesaikan hari ini juga."
Memikirkan tentang apa yang akan menjadi tujuan utama untuk sepanjang hari bisa membantu Anda dalam mengatur waktu sehingga tujuan tersebut bisa tercapai meski di sela-sela kesibukan yang padat. Tujuan itu juga akan membuat Anda mampu menimbang mana yang lebih diutamakan, apakah menghadiri reuni dengan teman atau mengambil cucian di laundry (bisa besok kan?)
2. Tetapkan sikap yang tepat
Oke, Anda sudah menetapkan prioritas untuk hari ini, namun tiba-tiba bayangan seram tentang meeting sore nanti (dengan bos yang terkenal galak) nyelonong masuk dan mulai mengganggu pikiran.
"Bagaimana kalau pertemuannya molor?"
"Bagaimana kalau bos marah dan aku jadi bete sehingga tak mood lagi untuk bertemu teman-teman?",
"Bagaimana kalau..."
STOP!
Daripada berputar-putar dengan dugaan yang tak jelas, lebih baik kita menetapkan pikiran untuk siap menghadapi itu semua. Seperti yang sudah diutarakan di atas, kita perlu bijak dalam menghadapi jadwal. Perlu fleksibilitas dan kesiapan. Okelah ada meeting nanti sore. Andaikan molor dan Anda tak jadi bertemu teman-teman, maka Anda harus memutuskan untuk tetap bahagia karena semua itu terjadi bukan atas kehendak Anda. Semua itu di luar kendali. Atau, jika bos marah, yah sudah deh, namanya juga galak.
Intinya, dengan bersiap sedia dan 'merancang' lebih dulu bagaimana Anda akan bersikap dalam menghadapi hal-hal yang akan datang, maka semua ini akan membuat Anda tetap up.
3. Dengarkan hati Anda
Anda sudah menetapkan diri untuk menjenguk tante di RS, namun pacar tiba-tiba menelepon untuk minta ditemani beli kado. Mana yang akan Anda pilih?
Tentu saja Anda harus memilih si tante, apalagi permintaan pacar itu bukanlah sesuatu yang urgen (masalah hidup dan mati). Katakan saja bahwa Anda akan menemaninya setelah Anda pulang dari RS. Siapa tahu dia juga ikut menjenguk. Asyik kan ada yang nganterin?
4. Calm down
Seharian ini boleh dibilang Anda hampir-hampir 'tak sempat bernafas'. Lari sana-sini, kirim barang, mengetik laporan, dimintai bos untuk menemani klien, semua itu membuat Anda tak sempat makan dan lelah juga rasanya.
Saat jadwal dan target begitu menghimpit, perlu sekali bagi Anda untuk tetap ingat bahwa ANDA JUGA MANUSIA. Anda butuh waktu untuk calm down. Anda butuh waktu untuk take a deep breath. Anda butuh waktu untuk santai sejenak. Semua ini demi mendapatkan kembali energi dan kemampuan untuk bisa berpikir dengan jernih.
Tinggalkan saja semua, pamitlah pada klien (bila perlu) ke kamar mandi sejenak dan pergunakan waktu di sana untuk me-refresh diri. Dunia takkan berantakan kok jika Anda 'menghilang' sejenak. So, take your time!
5. Give thanks
Hal terakhir yang tak kalah penting adalah mensyukuri semua yang Anda kerjakan hari ini.
Saat Anda sibuk berlari ke sana ke mari untuk urusan kerja, ingatlah bahwa ada jutaan orang pengangguran di luar sana yang menghauskan posisi Anda. Jadi, bersyukurlah!
Saat buah hati rewel dan Anda harus izin terlambat kerja untuk menenangkannya, ingatlah akan pasutri-pasutri yang begitu mengidamkan anak. Jadi, bersyukurlah!
Saat tubuh harus bersusah payah bertahan berdiri di tengah antrian loket stasiun yang padat, pikirkan tentang orang-orang lumpuh yang ingin bisa berdiri seperti Anda. Jadi, bersyukurlah!
Daftar ini bisa begitu panjang bila ingin diteruskan. Intinya, dalam keadaan terburuk sekalipun, selalu ada hal yang bisa disyukuri. Lakukan itu, dan hati Anda akan lebih bergembira. (
0 komentar:
Post a Comment
Terima Kasih atas Komentar anda..