
Kalau tidak tahan banting dan memiliki mental sekuat baja, tentu konflik besar antara karyawan dengan bos bisa meletus setiap saat. Tapi, ada satu hal yang tidak bisa dipungkiri, mau tidak mau, suka tidak suka, dia adalah bos di perusahaan tempat Anda bekerja dan sudah sangat jelas posisinya jauh lebih kuat dibandingkan bawahannya. Jadi, daripada ambil pusing, lebih baik menghindari konflik dengannya.
Berdamai dengan situasi
Sebaiknya dengarkan dulu apa yang diperintahkan oleh atasan Anda, dan beri jeda beberapa menit untuk meminta ijin mengungkapkan pendapat Anda. kalau si bos ternyata tidak sependapat dengan pendapat Anda, sebaiknya carilah waktu lain untuk membahasnya kembali, setelah mood nya membaik.
Jangan bergosip
Ketika Anda merasa kesal dengan sikap si bos, sebaiknya jangan langsung meledak-ledak dengan mencurahkan isi hati kepada rekan sejawat Anda. Hal itu justru akan menambah ketegangan di kantor, dan membuat Anda semakin tertekan.
Libatkan HRD
Idealnya jika Anda memiliki keluhan terhadap tekanan dari atasan, mengadulah ke bagian HRD (Human Resource Departement). Berkeluh kesah dengan HRD akan jauh lebih baik, daripada meluapkan kekesalan kepada rekan kerja lain, karena besar kemungkinan, HRD bisa membantu mencarikan solusi yang lebih baik terkait keluhan Anda, karena dalam hal ini, HRD bersifat netral dan memiliki kewajiban untuk menjaga kerahasiaan keluhan karyawan yang disampaikan ke bagian tersebut.
0 komentar:
Post a Comment
Terima Kasih atas Komentar anda..