
Pada gangguan fungsi otonom, jantung terlalu peka terhadap rangsang saraf simpatis dan terjadi penurunan aktivitas parasimpatis yang sebenarnya bersifat melindungi jantung. Frekuensi denyut jantung yang rendah saat istirahat, kemampuan jantung untuk segera meningkatkan denyutnya saat aktivitas tapi kembali normal secepatnya setelah aktivitas berakhir menunjukkan fungsi otonom yang masih baik. Bagaimana cara memperbaikinya? Olah raga teratur 30 hingga 60 menit 5 hari dalam seminggu akan menurunkan frekuensi nadi istirahat Anda dalam dua bulan. Nah, bagaimana dengan faktor risiko kematian mendadak yang lain? Sekitar 80 % kematian mendadak karena masalah jantung muncul pada seseorang dengan kelainan jantung koroner. Sumbatan pada pembuluh darah jantung menyebabkan penurunan aliran darah dan otot jantung tidak lagi mendapat oksigen. Sering terjadi ketidakstabilan sistem listrik jantung yang memicu gangguan irama yang berbahaya.
Fibrilasi ventrikel, menjadi penyebab paling sering kematian mendadak akibat gangguan irama jantung. Pada fibrilasi ventrikel frekuensi irama jantung sangat cepat dan tak terhitung, hingga otot jantung tak punya cukup waktu untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Tanpa pertolongan yang tepat, kematian akan datang dalam hitungan detik. Kebalikan dari fibrilasi ventrikel, perlambatan irama akibat penyumbatan koroner juga menyebabkan aliran darah dari jantung sangat menurun. Secara bertahap fungsi organ tubuh akan menurun karena suplai oksigen yang berkurang.
Pertanyaannya adalah, seberapa besar risiko Anda menderita penyakit jantung koroner? Mari kita jawab. Berapa usia Anda? Secara umum, usia lebih dari 40 tahun menjadi salah satu titik batas peningkatan risiko kematian akibat jantung. Tetapi dengan tren pola hidup yang sangat buruk, akhir-akhir ini banyak pasien usia muda yang juga mengalami serangan jantung. Adakah keluarga yang meninggal mendadak? Jawabannya sangat penting.
Karena ada beberapa penyebab gangguan irama jantung mematikan yang berhubungan dengan genetik. Sebut saja Long QT syndrome, Brugada syndrome, Hypertrophic cardiomyopathy, dll. Anda memiliki riwayat hipertensi, kolesterol dan diabetes mellitus? Tiga serangkai ini adalah penyebab utama terjadinya penumpukan plak alias kerak lemak di pembuluh darah koroner. Apalagi jika tingkat stres Anda cukup tinggi. Hampir 40 % kematian jantung mendadak dipicu oleh stres. Dan jika Anda kombinasi dengan rokok, maka risikonya pun akan makin meningkat. Seberapa dekat risiko kematian mendadak bagi Anda? Jawabannya kadang sangat tak terduga. Mari kita menjauh dari ancaman ini dengan pola hidup sehat dan cek up jantung secara dini. Salam sehat buat Anda dan keluarga.
Sumber: CBN
0 komentar:
Post a Comment
Terima Kasih atas Komentar anda..