REGINA PATRICIA

REGINA PATRICIA THEYSER.

ANTHONNY WILLIAM

ANTHONNY WILLIAM THEYSER

GINA DAN AMA

GINA DAN AMA.

SENAM SEHAT - SEHAT JASMANI

AJAK ANAK-ANAK KITA UNTUK BEROLAHRAGA DAN POLA HIDUP SEHAT.

SEHAT JASMANI DAN ROHANI

SEHAT JASMANI DAN ROHANI - MEMBENTUK GENERASI MUDA YANG MAMPU BERKOMPETISI.

Monday, April 30, 2012

Tetap bekerja saat Hamil

Pada awalnya mungkin akan muncul kekhawatiran pada anda yang dinyatakan positif hamil padahal anda orang yang aktif bekerja. Seperti yang dikemukakan hasil riset dari Dr. Maureen Marks dari Institute of Psychiatry, Inggris, bahwa 37% dari 3.000 ibu bekerja yang baru pertama kali hamil merasa takut kehamilannya menghambat kesempatan promosi jabatan dan kenaikan gaji. Tapi, 60% dari mereka menemukan bahwa teman-teman kerjanya bersikap sangat mendukung pekerjaannya selama mereka menjalani masa kehamilannya.

Ternyata, kehamilan memang bukan penghalang bagi anda untuk tetap aktif berkarir dan berprestasi.

Jangan sampai semangat untuk berkarya dan berprestasi membuat anda stres berkepanjangan selama menjalani proses kehamilan. Menurut Prof. Dr. Vivette Glover, dokter spesialis kandunganan dari Imperial College London, Inggris, kondisi stres tersebut akan meningkatkan kadar hormon kortisol di dalam tubuh ibu hamil, dan hormon ini dapat masuk ke dalam plasenta. Akibatnya, proses tumbuh kembang janin akan terhambat. Hal ini dikarenakan hormon kortisol adalah hormon yang salah satu fungsi kerjanya adalah melambatkan laju proses pertumbuhan sel.

Hal tersebut dibuktikan oleh hasil riset Prof. Gouke Bonsel dari Amsterdam Born Children, Belanda, beberapa waktu silam terhadap 7.000 ibu hamil yang bekerja, yaitu:

   1. Ibu hamil yang bekerja 32 jam dalam seminggu, sering mengalami stres selama masa kehamilan, sehingga bayinya berisiko lahir dengan berat 150 gram lebih rendah, dan menjadi anak yang cengeng

   2. Ibunya berisiko lebih tinggi untuk mengalami preeklampsia dan proses persalinannya membutuhkan waktu lebih lama. Penyebabnya, diduga stres yang dialami ibu hamil akibat waktu kerja yang terlalu banyak, dan beban pekerjaan yang berlebihan.

   3. Stress itu berbeda-beda pada setiap orang, karena setiap orang memiliki kemampuan berbeda dalam mengelola stresnya. Nasehat dari Nick Morgan, psikolog di Departemen Perindustrian dan Tenaga Kerja Inggris, kepada para ibu hamil yang bekerja, “Listen to your body!”, sepertinya patut diikuti.

Bos ingin jadi teman di FB tolak atau terima

Di usianya yang sudah menginjak tahun ke-6 di dunia Internet, tampaknya Facebook masih menjadi situs pertemanan terfavorit di Indonesia. Jumlah pengguna situs ini di Indonesia termasuk 10 besar di dunia dengan pertumbuhan yang cukup mencengangkan. Apa yang membuatnya begitu diminati oleh masyarakat kita? Facebook selain bisa menjadi sarana untuk memperluas dan menjaganetworking, juga bisa jadi ‘pembunuh’ waktu yang menyenangkan. Mengupdate status, mengecek profile teman, membaca pesan dan komen di wall hingga memainkan berbagai aplikasi dan games bisa membius pemakainya hingga berjam-jam. Tidak heran bila sebuah penelitian di USA menyebutkan bahwa rata-rata sehari seorang karyawan bisa menghabiskan waktu hingga dua jam untuk berselancar di situs ini.

Namun pernahkah Anda membayangkan situasi ini. Atasan atau boss Anda ternyata mengundang Anda untuk jadi temannya. Apakah Anda akan langsung mengklik tombol ignore atau menerima boss jadi teman Anda di Facebook? Sebelum Anda meng-klik apapun, ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan.

1. Bagaimana hubungan Anda dengan sang atasan? Apakah selama ini hubungan tersebut selalu formal dan berjarak selayaknya seorang professional? Atau apakah Anda memang memiliki hubungan yang cukup erat dengan boss Anda? Jika ternyata hubungan Anda dengan boss hanya terbatas pada masalah pekerjaan belaka, apakah Anda akan tetap nyaman bekerja bila nanti hubungan tersebut berubah?

2. Apa fungsi akun Facebook buat Anda? Jika akun ini adalah tempat Anda dengan bebas berceloteh tentang apa saja, seperti kehidupan pribadi atau pekerjaan, maka kemungkinan besar ada konten Facebook yang sebaiknya tidak diketahui oleh boss. Mungkin saja Anda pernah menuliskan status betapa bencinya Anda dengan pekerjaan Anda, atau menceritakan bad day at workyang disebabkan oleh sang boss. Jika Anda menggunakan akun Facebook untuk kepentingan networking, menjalin hubungan professional dengan klien, atau bahkan mencari klien potensial baru, maka tidak ada salahnya menjadikan boss sebagai salah satu teman Anda.

3. Bagaimana dengan ‘dosa digital’ Anda? Pernahkah Anda memasang foto ‘tidak senonoh’, mengunggah video gila Anda, atau hal provokatif lainnya yang hanya pantas dilihat oleh Anda pribadi? Jika pernah, yakinkah bahwa Anda ingin sang boss melihat sisi lain dari Anda? Seprofesional apapun boss Anda, sedikit banyak hal ini akan mempengaruhi penilaiannya terhadap Anda sebagai karyawan. Jika Anda ingin menerima boss sebagai teman di akun FB Anda, relakah Anda untuk menghapus semua unsavory online content di sana?

 4. Apakah ada peraturan perusahaan yang mengatur tentang aktifitas online karyawannya? Jika ada, apakah Anda benar-benar tahu tentang kewajiban dan hak karyawan serta sanksi yang bisa diterapkan jika terjadi pelanggaran? Jika seandainya Anda menerima boss menjadi salah satu teman Anda, adakah kemungkinan bahwa perusahaan akan menerapkan peraturan tersebut karena manajemen –dalam hal ini diwakili oleh boss Anda- sudah bisa memantau aktifitas online Anda?

Akan tetapi menolak tawaran boss Anda untuk menjadi teman rasanya terlalu rude dan tidak sopan. Terlebih lagi jika hampir semua rekan kerja Anda juga teman si boss di akun FB pribadinya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, sementara Anda juga ingin tetap menjaga privacy dan memisahkan antara kehidupan kantor dan pribadi, berikut hal-hal yang bisa jadi guide Anda.

1. Facebook memiliki fitur yang bisa mengatur siapa yang bisa melihat profile, foto bahkan wall dan status Anda. Hubungan professional bisa Anda jaga dengan atasan asalkan Anda teliti dan meluangkan waktu untuk mengatur viewer setiap material yang Anda unggah ke FB.

2. Pikirkan tentang boss masa depan. Akibat konten Facebook Anda tidak hanya berdampak terhadap boss Anda sekarang, tapi juga terhadap karir Anda di masa yang akan datang. Bukan tidak mungkin Anda akan pindah kerja dan calon atasan Anda ingin melihat profil Anda di FB. Pastikan tidak semua bagian profil pribadi Anda bisa dilihat orang.

3. Tidak ada salahnya menerapkan censorship yang sama terhadap rekan kerja. Terlebih lagi rekan kerja yang Anda tidak kenal benar secara pribadi. Bila salah satu rekan kerja Anda bisa melihat semua konten FB Anda, bukan tidak mungkin hal tersebut akan beredar di kantor, bahkan sampai manajemen. Tidak semua hal dalam kehidupan Anda pantas untuk diketahui publik dan kadangkala lebih aman untuk menjalin hubungan seprofesional mungkin dengan mereka.

Bersosialisasi lewat situs pertemanan memang menyenangkan. Banyak hal positif yang bisa didapatkan seperti menjalin hubungan silaturahmi dengan teman lama, mengembangkan jejaring bahkan mendapatkan klien potensial. Tetapi ingatlah untuk tetap menerapkan self censorship terhadap setiap hal-hal pribadi yang Anda share di Internet. Sebelum menuliskan status apapun, mengunggah foto atau video atau berkomentar di wall orang lain, pertimbangkan dampaknya nanti di masa depan bagi kelangsungan karier Anda, terutama jika Anda sudah bersedia membuka akses rekan kantor dan boss ke akun FB Anda..

Energi faktor utama tingginya Kinerja

Sering kita menjumpai orang yang merasa bangga sekaligus memelas terkait dengan ketergantungannya pada jam kerja yang berlebihan. Orang ini tampaknya bermasalah dengan waktu, tapi lebih-lebih
sebenarnya mereka punya masalah dengan energinya.

Dari mereka, ada yang berkomentar, “Waduh, kalau tidak ngelembur, pasti pekerjaan saya tidak bakal beres.” Komentar kain, “Namanya juga
kerja di perusahaan kami, kalau enggak lembur, rasanya belum jadi karyawan yang sesungguhnya” atau ” Kalau enggak pukul sembilan malam,
belum bisa pulang. Kadang Sabtu dan Minggu juga masuk kantor.”

Memang, tidak ada yang mampu menghentikan waktu. Sementara itu,
banyak orang yang terobsesi dengan waktu sebagai tolok ukur
produktivitas. Seolah-olah orang yang sudah menghabiskan banyak
waktu, dengan sendirinya dinilai sebagai orang produktif.

Inilah salah kaprah yang banyak terjadi dalam konteks ‘bekerja’
sekarang. Orang berlomba-lomba mengelola waktu. Padahal, yang
sebenarnya fundamental adalah mengelola energi untuk bekerja.

Ada kisah menarik. Seorang manajer perempuan terbiasa bekerja hingga
larut malam. Biasanya, dia baru hengkang dari kantor pukul sembilan
atau 10 malam. Bisa jadi, dia adalah orang yang gila kerja
(workalholic). Kebiasaan ini dia bawa sampai ketika menikah.

Suaminya pun sempat melayangkan ultimatum. “Kamu pilih kerja atau
keluargamu? Kalau kamu tetap pulang selarut itu, lebih baik kamu
berhenti bekerja! Toh penghasilan saya bisa lebih dari cukup buat
menghidupi kamu. Saya ijinkan kamu bekerja maksimal sampai pukul enam
sore. Sadarlah, keluarga kamu membutuhkanmu,” keluh suaminya.

Perempuan karir itu pun akhirnya mendengarkan opini suaminya.
Akhirnya, dia mengaku, sejak mendapat ultimatum itu dia berusaha
menata dan mengatur lagi energinya dalam bekerja. Dia merasa tidak
lagi membuang-buang energi untuk suatu yang sia-sia.

Dia bercerita, sudah hampir 1,5 tahun bisa pulang ke rumah on time!
Malah, bisa pulang dan menyelesaikan pekerjaan sebelum pukul enam
sore. Dia pun merasa punya banyak waktu buat keluarga. Mereka pun
bahagia.

Nah, dalam mengelola energi, prinsipnya bukan berapa banyak waktu
yang dihabiskan. Tetapi, berapa banyak energi yang dicurahkan dalam
mengerjakan sesuatu pekerjaan. Jadi, seorang yang bekerja dua jam
saja tetapi dengan energi 100%. Itu sama efektifnya dengan mereka
yang bekerja empat jam, tetapi hanya mempunyai energi 50%.

Artinya, lamanya waktu bekerja tidak selalu berbanding lurus dengan
produktivitas kerja. Waktu lama tidak identik dengan kerja produktif.
Karena itu, tantangannya adalah bagaimana dengan waktu terbatas,
orang mampu mengerjakan banyak hal sesuai target dan dikerjakan
dengan sebaik mungkin. Pada titik inilah, manajemen energi menjadi
penting. Orang mampu bekerja baik jika mempunyai energi yang
berlimpah. Bekerja dengan total energi, itulah kuncinya.

3 Tip penting

Ada tiga tip penting untuk mengelola energi ini. Hal ini
diinspirasikan dari jawaban atas pertanyaan yang banyak muncul dalam
workshop Kecerdasan Emosional yang saya fasilitasi. Yakni, pertama,
menghindari banyaknya kebocoran emosi. Kebocoran emosi terjadi bila
hati kita tinggal separuh saat mengerjakan tugas. Kita bekerja dengan
setengah hati. Inilah yang terjadi saat tubuh beraktivitas, tetapi
pikiran dan hati kita melayang ke tempat lain.

Akibatnya, kita tidak bisa fokus bekerja. Pekerjaan yang dikerjakan
dengan semangat setengah-setengah juga akan menghasilkan buah yang
setengah-setengah juga. Banyak eksekutif sukses karena kemampuan
mereka mengatasi kebocoran emosi ini. Mereka bekerja dengan hati,
pikiran, dan raga yang total ‘hadir’ berada di tempat dia bekerja.
Dalam pepatah Latin disebut Age Quod Agis, bekerja dengan totalitas
penuh!

Kedua, kemampuan untuk tidak menunda-nunda pekerjaan. Sifat menunda-
nunda pekerjaan (procrastination) merupakan kebiasaan yang bisa
menghabiskan banyak energi kerja kita.

Setelah ditunda, justru pekerjaan akan semakin susah diselesaikan.
Pekerjaan lain menyusul dan akhirnya menumpuk. Bahkan, orang yang
cenderung menunda pekerjaan justru akhirnya tidak mengerjakan apa-
apa.

Dalam bukunya Eat the Frog, Brian Trcay menyarankan justru pekerjaan
yang sulit (diibaratkan seperti katak paling besar dan jelek) yang
harus ditangani dulu, sehingga pekerjaan yang sulit menjadi lebih
mudah diselesaikan.

Kita dituntut mampu membuat prioritas pekerjaan. Semakin sulit dan
menyebalkan, sebaiknya ditangani dulu. Sebab kalau tidak, mungkin
akhirnya tidak akan pernah kita sentuh lagi.

Ketiga, tidak menunggu waktu yang tepat untuk memulai. Banyak orang
menunda dan mempersiapkan pekerjaan secara bertele-tele. Mereka
menunggu mood datang. Padahal datangnya mood tidak bisa ditebak.

Tidak ada waktu yang tepat selain memaksa untuk memulainya. Kalaupun
tidak merasa nyaman, mulailah dengan standar rendah dengan mencoba
membuat draft terlebih dahulu. Perlahan-lahan barulah dipoles menjadi
sempurna.

Kita belajar dari seorang penulis. Seorang penulis tidak bisa disebut
penulis jika tidak menulis. Tulisan tidak bakal jadi, jika tidak
mulai menulis. Penulis yang hanya menunggu mood, tidak akan produktif
menghasilkan tulisan. Harus ada disiplin.

Di sini, diperlukan sikap contra agere, melawan kencenderungan
negatif. Kalau cenderung menunda pekerjaan, lawanlah dengan
mengerjakannya dengan total.

Pembaca, alangkah nyamannya kalau dengan waktu yang relatif singkat,
kita mampu menyelesaikan banyak hal dari pekerjaan kita. Bayangkan
seandainya kita mampu mulai mengelola energi kita dengan baik.

Selain pekerjaan kita selesai, kita juga punya waktu untuk keluarga
dan kehidupan pribadi kita. Mengertikah Anda sekarang, mengapa
pengelolaan energi adalah pegelolaan atas kualitas hidup kita? Sekali
lagi, kualitas hidup Anda tergantung dari energi yang Anda kelola!

Tips sehat saat liburan

Akhir pekan merupakan saat yang tepat untuk berlibur bersama keluarga. Saat liburan, pastikan kondisi tubuh tetap prima dan sehat.

“Yang paling utama adalah memastikan konsumsi makanan yang benar dan tetap bergerak aktif secara fisik saat bepergian. Liburan memerlukan perencanaan yang cukup matang,” kata Stephanie Pysher pakar nutrisi dan olahraga di Loudoun County Kids' Nutrition & Exercise Examiner.

Banyak mengkonsumsi junk food dan kurang melakukan aktivitas fisik dapat membuat liburan justu merugikan kesehatan. Berikut adalah beberapa tips agar liburan keluarga tetap menyenangkan dan menyehatkan.

1. Sering beristirahat
Jika bepergian menggunakan kendaraan, banyak waktu dihabiskan untuk duduk. Duduk lama bisa mengakibatkan otot kaku dan pegal-pegal. Seringlah beristiahat apabila merasa capek. Olahaga lintas alam atau berkemah adalah pilihan yang baik karena menggerakkan seluruh otot dan mudah dilakukan seluruh anggota keluarga.

 2. Bawalah makanan ringan yang sehat
Membawa bekal jauh lebih praktis dan hemat dibanding membeli makanan ringan setiap kali berhenti di sepanjang jalan. Buah-buahan seperti jeruk, pear, apel, pisang, kismis dan buah kering lainnya bisa dijadikan bekal. Begitu juga keju, biskuit gandum, sereal kering, dan kacang.

3. Bawa air yang cukup
Jika jarak liburan yang ditempuh cukup jauh, pastikan untuk tetap terhidrasi sebelum, selama, dan setelah perjalanan. Dehidrasi dapat mempengaruhi kemampuan mental dan konsentrasi.

4. Bawa alat atau benda untuk berolahraga.
Lakukan olahraga favorit keluarga seperti badminton, bola voli, lempar tangkap bola, dll. Permainan ini akan menjadi lebih menyenangkan jika dilakukan saat berada jauh dari rumah. Cobalah untuk merencanakan lebih dahulu permainan yang paling menyenangkan sebelum berangkat.

5. Seimbangkan pola makan
Jika di rumah sudah banyak memakan daging, maka waktu liburan adalah saatnya untuk banyak memakan sayuan. Jika banyak memakan sereal di rumah, perbanyaklah makan protein saat liburan. Selain merubah rutinitas, pola ini penting agar nutrisi yang masuk ke dalam tubuh tetap seimbang.

Sumber : Detik

Friday, April 27, 2012

Usia pensiun dan Bekerja

DI USIA pensiun, pekerjaan tidak sekedar dianggap untuk mencari uang tapi juga kesenangan. Hal itu adalah kesimpulan penelitian yang difasilitasi Lembaga Pelayanan Komunitas Schwab baru-baru ini.

Tim peneliti melakukan survei terhadap 1.004 pekerja dengan rentang usia 50-69 tahun. Dalam pengamatannya, hampir 30 persen pekerja mengatakan pada masa itulah mereka merasa pekerjaan sebagai hal yang menyenangkan sepanjang karir mereka.

Kemudian ada 60 persen partisipan yang mengatakan mereka menyenangi tugas yang mereka kerjakan, dan 50 persen partisipan yang menyatakan menyukai para rekan kerja mereka.

Presiden Schwab Carrie Schwab-Pomerantz menyatakan, hal yang paling mengejutkan dari penelitian itu adalah rata-rata partisipan yang telah melewati usia 60 tahun menyatakan tidak memiliki rencana pensiun.

Walaupun hampir semua partisipan mengakui bahagia, ada sekitar 40 persen pekerja yang mengaku khawatir dengan kemampuan keuangan mereka. Apalagi kondisi kesehatan yang membutuhkan perawatan karena terus menurun ketika usia semakin tua

Tips cara menghadapi masa pensiun

PENSIUN memenuhi arti berbeda bagi setiap orang. Mungkin saja bagi Anda pensiun berarti transisi dari karier penuh waktu menjadi pekerjaan paruh waktu. Namun yang memberikan ketenangan pikiran di masa pensiun adalah bagaimana mencapainya secara finansial.

Untuk itu Anda perlu mempersiapkannya dengan langkah berikut:

Definisikan pensiun
Tuliskan daftar bagaimana Anda menghabiskan masa pensiun. Fokus pada gagasan. Misalnya melakukan perjalanan wisata, terlibat dalam komunitas atau menjadi relawan penitipan anak satu hari dalam seminggu.

Periksa aset
Saat Anda bekerja, perlu mengetahui berapa banyak simpanan di bank. Mulai dari rekening pensiun, aset-aset non tradisional yang membantu mendanai pensiun Anda. Setelah Anda pensiun banyak hobi dan keterampilan yang dapat diubah menjadi pendapatan riil di masa pensiun. Seperti melakukan perdagangan barang antik atau mengajar les piano.

Evaluasi kesehatan
Untuk mendapatkan hasil maksimal pensiun dan kehidupan sebisa mungkin menjadi sehat. Lakukan pemeriksaan fisik tahunan ke dokter. Rajin berolahraga dan makan makanan sehat untuk mempertahankan kesehatan. Agar mental tetap tajam lakukan permainan otak seperti puzzle dan rajin membaca buku.

Pertahankan dan pelihara jaringan
Gunakan kesempatan membangun dan memelihara jaringan untuk menampilkan bakat. Sertakan strategi jaringan dalam rencana pensiun. Bisa saja melibatkan diri dalam jejaring sosial untuk berbicara dengan orang yang berminat pada keahlian Anda. Anda pun bisa menggunakan bakat dan pengalaman dalam berkontribusi paruh waktu pada suatu organisasi

Thursday, April 26, 2012

Bisnis membutuhkan Cinta

All you need is love, love; love is all you need. Demikianlah sepenggal lirik lagu dari The Beatles. Grup band asal Inggris itu memang bukan konsultan bisnis saat menyanyikan lagu tersebut. Tapi liriknya bisa Anda terapkan untuk menjalankan bisnis.

Memang cinta itu selalu dibutuhkan di mana-mana, tak terkecuali di sebuah bisnis. Sebuah bisnis bisa berjalan lancar dan berkembang pesat jika ada cinta di dalamnya. Di hari kasih sayang ini, marilah kita melihat apa yang bisa cinta lakukan terhadap bisnis, seperti dikutip dari ABC News.

1. Cintai profesi anda
Jika anda punya hasrat dalam apa yang anda kerjakan, dan benar-benar menghargai setiap hal yang anda lakukan, maka profesi yang anda pilih bisa berkembang dengan baik. Anda akan memberikan energi positif, antusiasme dan kasih sayang kepada bisnis yang anda tekuni.

Semuanya akan membawa anda menghadapi semua cobaan yang bisa terjadi di perjalanan karir anda, mulai dari laporan yang menggunung sampai batalnya kesepakatan bisnis. Anda juga akan merasa termotivasi meski sedang menghadapi kegagalan, karena anda mencintai pekerjaan anda.

2. Cintai pelanggan anda
Tanpa pelanggan, anda tidak akan punya bisnis, tapi banyak dari kita yang tidak benar-benar mencintai para konsumen tersebut. Janganlah sering mengganggu mereka dengan sering bertanya apa yang mereka mau atau yang mereka butuhkan. Pada bulan penuh cinta ini, cari cara untuk bisa mengerti kebutuhan mereka tanpa berkomunikasi langsung.

3. Cintai karyawan anda
Bukan, maksudnya bukan anda harus mempunyai hubungan spesial antara bos dan karyawan, tapi cintailah mereka dengan cara menghormati, memperlakukan secara adil, menghargai kontirbusinya, biarkan mereka punya inisiatif, dan beri ucapan terima kasih setelah mereka bekerja keras.

Dengan kondisi ekonomi dunia yang masih krisis, para karyawan anda harus bekerja lebih keras lagi untuk menangkap semua kesempatan yang ada, jangan sampai mereka kehilangan pekerjaan di masa seperti ini.

Menghormati karyawan tidak perlu dengan memberikan kenaikkan gaji atau bonus (meski itu akan lebih baik jika memungkinkan untuk dilakukan), cukup perlakukan mereka dengan adil itu lebih penting.

4. Cintai atasan anda
Jika anda tidak punya bisnis, tapi merupakan seorang karyawan di sebuah perusahaan, cobalah perbaiki hubungan antara anda dengan atasan. Apalagi jika perusahaan anda tidak besar, hubungan antara karyawan dan atasan sangat penting.
Bos anda mungkin lebih pusing karena harus memikirkan kelangsungan hidup perusahaan apalagi di masa krisis seperti sekarang ini. Bersikaplah lebih suportif, fleksibel dan energik terhadap pergerakan perusahaan. Kerahkan segala daya dan upaya supaya perusahaan anda tetap berkembang.

5. Cintai retailer, distributor dan tenaga penjual anda
Mereka inilah yang menjadi ujung tombak bisnis anda, mereka lah yang membawa produk anda ke hadapan pelanggan. Memang benar, kadang mereka bisa membuat anda frustasi (saat tidak bisa menjual lebih banyak barang). Terus beri mereka motivasi, dan bonus jika berhasil menembus target. Beri mereka arahan menuju sukses.

6. Cintai bankir anda
Jika anda ingin bankir mencintai anda (percayalah, anda pasti ingin), maka anda harus bisa membuat mereka mengerti mengenai apa yang terjadi di bisnis anda. Tetaplah berkomunikasi, beritahu mereka mengenai rencana bisnis sekaligus situasi keuangan anda.

Jadilah nasabah favorit di bank anda, walaupun anda cuma punya simpanan yang kecil. Dengan dipercaya oleh mereka, kesempatan untuk meminjam uang akan lebih mudah.

7. Cintai suplier anda
Suplier dengan tata cara pembayaran yang teratur sangatlah penting dalam pertumbuhan bisnis. Aturlah tata cara pembayaran dan pengiriman yang menguntungkan untuk kedua belah pihak. Jika anda mencintai mereka, maka mereka pasti akan mencintai anda.

Janganlah ditutup-tutupi jika anda sedang mengalami masalah keuangan, sehingga mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi. Biarkan mereka tahu perkembangan perusahaan anda sehingga mereka tak segan berbisnis dengan anda.

8. Cintai masa depan
Memang benar kita masih hidup dan berbisnis di masa kini, masa saat krisis Eropa dan Amerika Serikat (AS), tapi untuk Asia masih bisa bernafas lega karena ekonomi masih berkembang. Maka dari itu, kita lah yang akan mengubah dunia, melalui berbagai bisnis yang kita lakukan, dan yang kita perlukan hanyalah cinta.

CANTIK

Nonacne merupakan produk untuk mengobati kulit berjerawat. dan membantu menghilangkan jerawat dan mencegah kemunculannya kembali. Mengkonsumsi suplemen ini secara teratur menghasilkan kulit yang indah dan halus.

Produk Herbal Buy my product
Untuk informasi pemesanan silahkan Klik Link berikut:
Obat anti Jerawat
Oder Pembelian